SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Serang masih menempati posisi pertama terkait jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) se-Provinsi Banten. Data tersebut berdasarkan rilis hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang dilakukan pada bulan Agustus 2023.
Dari data tersebut, jumlah TPT di Kabupaten Serang mencapai 9,94 persen disusul oleh Kabupaten Pandeglang sebesar 9,05 persen dan Kabupaten Lebak sebesar 7,58 persen.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Diana Ardhianty Utami mengatakan, untuk TPT di Kabupaten Serang sebenarnya mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, terdapat sedikit penurunan mengenai data jumlah TPT. Pada Agustus tahun lalu, jumlah TPT sebesar 10,61 persen atau mengalami penurunan sebanyak 0,61 persen.
“Pengangguran kita turun, tapi tetap nomor satu dari 8 Kabupaten Kota di Banten, ini PR sama-sama bukan hanya dinas tenaga kerja tapi seluruh OPD lain yang terkait,” katanya, Kamis 9 November 2023.
Menurutnya, penanganan pengangguran tidak bisa hanya dilakukan oleh Disnakertrans saja, melainkan juga harus dilakukan oleh OPD-OPD lain termasuk didalamnya ialah Dinas Pendidikan.
Ia mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan berbagai upaya untuk menurunkan jumlah pengangguran di Kabupaten Serang, salah satunya ialah dengan melaksanakan job fair.
“Kita 2023 ada beberapa program, ada job fair, dan masih berjalan preses seleksinya. Saat ini angka penempatan kerja di angka 75,45 persen dari 10 ribu lebih pencari kerja hampir 8 ribu yang sudah ditempatkan,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya angka pengangguran di Kabupaten Serang ialah diakibatkan oleh ketersediaan lapangan kerja yang tidak berimbang dengan jumlah pencari kerja. Selain itu, ada faktor lain pula yang menjadi penyebabnya.
“Ketersediaan lapangan kerja tidak berimbang dengan kondisi pencari kerja yang produktif. Lalu sumberdaya manusia yang sesuai spesifikasi, kompetensi yang dibutuhkan oleh industri,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya mendesak kepada pihak sekolah untuk juga menanamkan soft skill terhadap anak-anak karena hal tersebut merupakan bekal yang penting bagi anak-anak.
“Soft skill ini penting untuk diajarkan ke anak kelas 10 bukan yang mau lulus baru diajarin soft skill seperti etitud, disiplin, performens, itu bagian dari soft skill,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak











