SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mencatat, terdapat 1.274 anak di Kota Serang masuk ke dalam kategori stunting di tahun 2023.
Data tersebut diakui mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2022 yang mencapai sekitar 1.586 anak.
Menurut keterangan Dinkes, penyebab dari anak stunting tersebut akibat pola asuh orangtua, asupan gizi pada anak, hingga pola hidup calon ibu semasa kehamilan.
Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengatakan, berdasarkan catatan pihaknya, angka stunting di Kota Serang dari akhir tahun 2023 mengalami penurunan.
“Data stunting se-Kota Serang tahun 2023, 1.274. Ada penurunan, jika dibandingkan tahun 2022, yang mencapai 1.586 stunting,” ujarnya, Rabu 17 Januari 2024.
Ia menjelaskan, angka stunting di Kota Serang tersebut paling banyak berada di Kecamatan Serang sebanyak 494 kasus, dan Kecamatan Kasemen sebanyak 403 kasus.
“Stunting per-kecamatan itu Kecamatan Curug 181, Walantaka 49, Kecamatan Serang 494, Taktakan 111, Cipocokjaya 36, Kasemen 403 jumlah nya 1.274,” jelasnya.
Ia berharap, orangtua harus lebih konsentrasi dalam memperhatikan buah hatinya, terutama apabila anak tersebut masih berusia di bawah lima tahun.
“Harapan saya orangtua lebih konsen untuk memperhatikan terhadap anaknya jangan sampai salah asuh. Orangtua harus datang ke Posyandu, kalau ada kesalahan dan kekurangan bisa diperbaiki dan dikasih bantuan,” katanya.
Sementara untuk anak dengan gizi buruk di Kota Serang tercatat sebanyak 172 kasus di tahun 2023 hingga Januari 2024. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2022 lalu sebanyak 300 kasus.
“Artinya, setiap tahunnya mengalami penurunan. Tahun 2022 itu gizi buruk sampai 300 an anak, dan tahun 2023 sampai sekrang turun jadi 172. Nanti akan kami upayakan untuk turun lagi,” tuturnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Serang Yedi Rahmat meminta kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Serang ikut berkontribusi dalam penanganan stunting dan gizi buruk.
“Dengan harapan, para ASN mau dan bisa menjadi orangtua asuh bagi mereka,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aditya











