SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengungkapkan alasan pihaknya belum dapat melaksanakan relokasi untuk SDN Inpres Cikeusal yang terdampak pembangunan Tol Serang-Panimbang.
Hal itu dikarenakan masih adanya perdebatan dengan pemilik lahan yang akan digunakan sebagai lokasi relokasi SDN Inpres Cikeusal.
Diketahui, pada saat pembanguan Tol Serang-Panimbang yang sudah dimulai sejak tahun 2017, ada empat SD yang terdampak pembangunan jalan tol ini.
Keempat sekolah itu yakni SDN Inpres Cikeusal, SDN Cilayang Guha, SDN Seba di Kecamatan Cikeusal, serta SDN Cipete di Kecamatan Kragilan.
Dari empat sekolah yang terdampak tersebut, hanya menyisakan satu sekolah yang belum direlokasi. Yakni, SDN Inpres Cikeusal.
Pj Sekda Kabupaten Serang, Nanang Supriyatna, menyebut jika hasil rapat terakhir dengan pihak pelaksana proyek Tol Serang-Panimbang, sudah ada kesepakatan yang diperoleh.
“Rapat terakhir kita dengan pihak Tol Serang-Panimbang, secara teknis sudah siap,” katanya saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID melalui pesan singkat, Rabu, 21 Februari 2024.
Namun, muncul kendala ketika hasil appraisal keluar, dimana nilai yang muncul tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh pemilik lahan.
“Ada ketidaksesuaian harga hasil appraisal dengan pemilik lahan. Harga taksirannya di bawah keinginan pemilik tanah,” tegasnya.
Berdasarkan informasi terakhir yang ia terima, jika kedua belah pihak masih mendiskusikan mengenai harga lahan yang akan disepakati. Untuk itu, Pemkab Serang masih menunggu hasil tersebut. (*)
Editor: Agus Priwandono











