PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID– Pengelola tempat wisata di Kawasan Gunung Karang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang minim. Pasalnya, insfratruktur yang kurang mendukung membuat pengunjung ragu untuk datang ke tempat wisata.
Tempat wisata yang berada ini di Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, ini terbagi menjadi 5 obyek wisata dan Cafe, yakni Imah Kopi, Villa Hijau, Lembur Kula, Kampung Korea, dan Villa Biru.
Salah satu pengelola wisata Lembur Kula di Kawasan Gunung Karang, Ade Kardiana mengatakan, untuk tempat wisata sudah siap menerima pengunjung. Tapi pihak wisata kesulitan menggaet pengunjung karena terkendala infrastruktur jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Banyak masukan dari pengunjung ya itu kekurangannya mengenai banyak infrastruktur jalan yang rusak dan PJU, selama 4 tahun saya di sini baru beberapa saja yang sudah diperbaiki jadi enggak total semuanya,” ungkapnya, Sabtu 27 April 2024.
Menurutnya, meskipun suasana obyek wisata ini sangat asri, namun masih diperlukan perjuangan untuk mencapai lokasinya karena akses infrastruktur jalan yang belum memadai menuju destinasi di kawasan Gunung Karang.
“Jadi akses jalan terutama buat mobil pendek itu susah untuk jalan, karena terpentok oleh bebatuan jalan yang rusak,
Selain para wisatawan, mayoritas masyarakat setempat yang berprofesi sebagai petani sayuran juga harus melintasi infrastruktur jalan tersebut untuk membawa hasil tani mereka.
“Mulai jam 10 malam, penduduk di sini sudah mulai turun ke bawah membawa hasil bumi mereka. Mereka juga mengeluhkan hal yang sama, yakni lamanya waktu pengiriman barang karena jalan yang rusak,” ucapnya.
Ade Kardiana menyatakan sejak 2023, pemerintah daerah telah melakukan pengukuran terhadap akses infrastruktur jalan yang rusak ini. Namun, hingga saat ini, realisasi perbaikannya masih tertunda.
“Ya, sejak bulan Maret kemarin, sudah ada pengukuran dilakukan. Namun, pelaksanaannya belum terealisasi hingga sekarang,” ujarnya.
Ade menyampaikan kunjungan wisatawan ke wilayah kawasan Gunung Karang masih rendah. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur jalan sangat penting untuk mengembangkan industri pariwisata di Kabupaten Pandeglang.
“Kami berharap agar akses jalan yang rusak dapat diperbaiki sehingga wisatawan dapat mengunjungi tempat ini bahkan pada malam hari, dengan adanya penerangan jalan umum (PJU), dan mereka dapat pulang dengan nyaman,” tuturnya.
Pengunjung wisata Lembur Kula di kawasan Gunung Karang Pandeglang, Nuratika menilai wisata alam Gunung Karang ini sangat asri cuman, namun infrastruktur jalan rusak.
“Suasana wisatanya di sini asyik asri juga, hanya saja yang dikeluhkan kami sebagai pengunjung akses jalan yang rusak ditambah PJU-nya tidak ada,” katanya.
Menurutnya, di Kabupaten Pandeglang terdapat banyak destinasi wisata alam yang sangat indah. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus lebih memperhatikan kondisi infrastruktur jalan, terutama menuju kawasan Gunung Karang.
“Iya jalan saja yang bikin enggak enak gitu ya, harusnya pihak terkait bisa lebih peka lah seperti tempat-tempat begini, kalau untuk tempat sudah dipastikan enak nyaman untuk refreshing otak itu enak,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Ade Juliansyah, mengaku dalam rangka penanganan rehabilitasi jalan, semua jalan prioritas akan diprioritaskan sesuai dengan visi misi Bupati Pandeglang.
“Namun, karena terbatasnya anggaran APBD Pandeglang dan adanya program lain yang menjadi prioritas selain infrastruktur jalan, diharapkan ke depannya akses jalan menuju kawasan wisata dapat dibangun secara mantap sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Dia mengaku pihaknya telah mengajukan permohonan penanganan jalan tersebut ke Provinsi, dan Pusat.











