TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangsel melakukan evaluasi terhadap pengurus RT/RW.
Hal itu merupakan buntut insiden pelarangan doa Rosario umat Krsitiani berujung pengeroyokan di Babakan, Kota Tangsel, belum lama ini.
Kepala Kantor Kesbangpol Kota Tangsel Bani Khosyatulloh mengatakan, evaluasi dilakukan dengan cara pembinaan kepada pengurus RT/RW se-Tangsel.
Menurutnya, insiden pelarangan doa Rosario berujung pengeroyokan menjadi pelajaran semua pihak.
“Evaluasinya, setiap kejadian pasti kita evaluasi. Hal-hal yang mengganggu kamtibmas akan dilakukan evaluasi agar tidak terulang kembali,” ujar Bani, Jumat 10 Mei 2024.
Menurut Bani, pihaknya meminta seluruh pengurus RT/RW di Kota Tangsel juga tidak reaktif menanggapi ibadah agama lain dan lebih berpikir panjang dalam mengambil tindakan dan sikap.
“Jangan cepat reaktif tidak berpikiran panjang. Kalau sudah seperti ini, kan baru berasa, nah inilah menjadi pelajaran kita bersama,” jelasnya.
Meski begitu, menurut Bani, insiden yang terjadi di Babakan juga tidak dipandang berlebih murni kesalahan satu pihak saja. Menurutnya, sebagai manusia biasa, apa yang dilakukan pengurus RT setempat juga bisa dimaklumi.
“Sebetulnya kan sudah tahu mana yang baik dan benar, baik dari sisi agama dan sosial. Tapi namanya manusia juga ada lengah. Sifat kemanusiannya yang reaktif dengan situasi seperti itu,” jelasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











