TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menghelat rapat kerja (raker) kesehatan daerah (kesda) 2024. Pj Gubernur Banten, Al Muktabar mengaku memprioritaskan bidang kesehatan. Ia menilai, dengan sumber daya manusia (SDM) andal yang berkemampuan, maka memiliki output perekonomian yang baik.
Untuk itu, Al menilai, momen raker kesda ini penting bagian dari pemikiran untuk penyiapan perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban di bidang kesehatan. “Pemprov Banten, dalam hal ini adalah Pemda yaitu Gubernur dan DPRD mengikhtiarkan dalam berbagai formulasi kebijakan tepat cepat murah tapi berkualitas dalam rangka hadir untuk kesehatan bagi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Al saat membuka raker kesda 2024 di Horison Grand Serpong, Kota Tangerang, Rabu, 29 Mei 2024.
Kata dia, bidang kesehatan itu idealnya adalah mengedepankan preventif agar tidak mendapatkan situasi yang tidak baik. Preventif membutuhkan desain yang perlu disiapkan dengan sebaik-baiknya. “Kalau masih didapatkan satu kondisi jiwa kita, maka kuratif yang bisa kita tempuh, tindakan harus dipikirkan bersama. Formulasi kebijakan agar bisa ditangani dengan sebaik-baiknya,” tutur Al.
Ia mengatakan, preventif dan kuratif dikomunikasikan dalam bentuk promotif. “Kesehatan dalam pembiayaan infrastruktur diformulasikan ke segenap warga. Apabila Banten berprogres baik maka berkontribusi terhadap kesehatan nasional,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mengedepankan tematik bidang kesehatan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan kemampuan SDM, maka agenda ekonomi menjadi output.
Makanya, lanjut Al, pihaknya mendorong infrastruktur kesehatan dan berskala nasional sebagai upaya kuratif. Salah satunya dengan pembangunan fasilitas kesehatan seperti RSUD Labuan dan RSUD Cilograng.
Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, raker kesda ini menjabarkan visi Presiden RI yakni mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan. Visi tersebut yang dijabarkan dalam RPJMN 2020-2024. Di dalamnya ada lima capaian program prioritas yang wajib dicapai Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai ke tingkat kelurahan maupun desa, diantaranya yaitu upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, kesehatan reproduksi; mempercepat perbaikan dari gizi masyarakat salah satunya yakni penanganan stunting; memperbaiki sistem dari pengendalian penyakit menular maupun tidak menular dan upaya peningkatan dari gerakan masyarakat sehat dari seluruh masyarakat untuk memberdayakan masyarakat yang ada; serta upaya dari pada melaksanakan ketahanan kesehatan dari masyarakat.
“Alhamdulillah dalam dua tahun ini semua capaian capaian dari lima program prioritas ini, kita mengalami peningkatakan,” terangnya. Contohnya, pada tahun 2019 posisi Banten tertinggi ketiga dalam kematian ibu dan anak. Namun, dalam kurung waktu dua tahun ini, mulai dari posisi keempat dan ketiga, Banten bisa pertahankan masuk yang terbaik di Indonesia dalam capaian lainnya.
Reporter: Rostinah
Editor: Aditya











