CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID- Sejumlah pedagang yang menempati los basah Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon mengeluhkan atap los basah yang masih belum diperbaiki secara keseluruhan.
Akibatnya, ketika hujan los basah yang ditempati pedagang ikan, dan daging sapi, kerbau, ayam itu banjir, ditambah tidak berfungsinya saluran air memperburuk lokasi tersebut menjadi kumuh.
Pantau di lokasi Jumat 5 Juli 2024 pukul 11.30 WIB lokasi yang ditempati pedagang daging dan ikan itu baru sebagian kecil dilakukan perbaikan atap dan talang yang bolong. Sehingga beberapa pedagang juga membuat atap dari terpal di lapaknya agar tidak terkena air ketika hujan turun.
Menanggapi lamanya perbaikan itu, salah seorang pedagang daging di los basah Pasar Kranggot, Asep Saefullah mengeluhkan lamanya perbaikan total atap di los basah.
“Kita kan jualan setiap hari, jadi perbaikan itu jangan setengah-setengah harus total, keseluruhan diperbaiki atap dan talang yang bocor itu,” keluhnya.
Menurutnya, dengan atap dan talang yang bolong itu, sangat merugikan para pedagang karena bisa merusak baik daging ataupun ikan.
“Makanya di dalam los ini lapak saya dibuat atap terpal untuk melindungi daging, jadi kalau bisa segeralah diperbaiki,” katanya.
Ditambah, dengan atap yang pada bocor, lokasi los basah di Pasar Baru Kranggot ini menjadi becek dan kumuh, sehingga konsumen pun malas untuk berkunjung ke dalam los.
“Jadi tolonglah pemerintah agar segera memperbaiki secara total jangan setengah-setengah,” pintanya.
Pedagang lainnya, Holil menyampaikan keluhannya lantaran tak kunjung diperbaiki secara keseluruhan.
Dirinya pun mempertanyakan kepada dinas terkait, dalam hal ini Disperindag Kota Cilegon terkait perbaikan atap di los basah yang dilakukan setengah-setengah tidak menyeluruh.
“Perbaikan tidak menyeluruh, harusnya talang juga diperbaiki. Ini mah sama saja karena masih bocor, karena setengah-setengah perbaikannya,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Disperindag Kota Cilegon, Andriyanti mengatakan, tahun ini pihaknya telah menganggarkan untuk perbaikan atap dan lantai di los basah Pasar Baru Kranggot.
“Kita sedang proses administrasi di Barjas kemungkinan sebulan dua bulan ini kita mulai perbaikan atap dan lantai, tapi tidak keseluruhan masih bertahap karena terbentur anggaran,” katanya saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID melalui sambungan telepon, Jumat 5 Juli 2024.
Kata dia, dengan kondisi yang cukup memperhatinkan itu, pihaknya bakal terus mengupayakan menganggarkan untuk perbaikan seluruhnya.
“Tahun ini kita hanya dapat anggaran untuk perbaikan lanjutan los basah itu sekitar Rp300 jutaan, makanya kita bertahap melakukan perbaikan itu,” ujarnya.
Sementara untuk kebutuhan perbaikan los basah pasar tersebut, menurut Andriyanti memperkirakan mencapai satu miliar lebih.
“Sebenarnya untuk perbaikan los di pasar kranggot ini inginnya lebih dari satu miliar, tapi dari Bappeda Litbang hanya dianggarkan Rp300 jutaan tahun ini,” katanya.
Maka dari itu, pihaknya bakal meminta dukungan kepada Bappeda Litbang terkait anggaran untuk pembangunan di pasar tersebut.
Karena menurutnya pasar menjadi objek vital, yang mana masyarakat setiap hari datang ke tempat tersebut.
“Jadi kalau kondisinya kumuh atau kurang memadai, pembeli atau pedagang juga merasa tidak nyaman,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya bakal terus mengupayakan untuk memperbaiki secara keseluruhan baik menggunakan APBD maupun mengusahakan anggaran dari pusat.
“Sedikit-sedikit akan kita usahakan, dan di ABT ini kita juga bakal melakukan kajian-kajian untuk diajukan bantuan ke pusat,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju











