PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sudira (55) warga Kampung Ciseukeut, RT 02 RW 06, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, yang menjadi korban begal ternyata kebal senjata tajam.
Sudira menjadi korban pembegalan oleh enam orang pelaku yang membawa sajam dan soda api di Kampung Sindangsari, Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Minggu, 27 Oktober 2024, sekira pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan informasi diterima oleh RADARBANTEN.CO.ID, pelaku begal beberapa kali menyabetkan sajam kepada korban namun tidak mempan.
Korban begal Sudira mengungkapkan, awal dirinya menjadi korban begal.
“Awalnya ada yang telepon orang itu meminta tolong mau diobati atau mau dimandiin. Yaitu di Sumur Kahuripan di daerah Kadongdong,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 29 Oktober 2024.
Orang yang minta tolong, minta bantuan dirinya itu dari Gorda, Serang. Saat itu minta tolong karena pelernya bengkak sudah 15 tahun.
“Pingin dimandiin dan kata Abah (Sudira) boleh, yuk ketemuan di mana. Kata Abah di Tarogong ( Terminal Tarogong, Kecamatan Pagelaran) aja, ya sip katanya,” katanya.
Kemudian Ia berangkat jam 20.00 WIB dari setelah salat Isya, dan tiba di Panimbang orang Gorda telepon lagi.
“Saya sudah memasuki daerah Cadasari, Pandeglang. Kata Abah kalau situ sudah tiba duluan tungguin di Tarogong dan kalau Abah duluan ditungguin di Tarogong,” katanya.
Terus ia berangkat melanjutkan perjalanan. Setelah sampai jembatan Tegal Papak, Kali Baru ia melihat ada dua sepeda motor.
“Motor KLX dan RK King. Di sepeda motor itu ada satu orang-satu orang dan yang dua orang berdiri. Setelah saya jalan menuruni jembatan, dua sepeda motor tiba-tiba membuntuti,” katanya.
Dua sepeda motor itu berboncengan dua orang dua orang. Terus jalan dan ia tidak punya rasa curiga.
“Pas sampai mushola dekat pabrik tebu, sepeda motor KLX menyalip saya sambil kakinya menendang saya. Saya kaget kok bisa begini, terus nyalip lagi sepeda motor yang RX King, yang RX King juga menendang lagi,” katanya.
Secara tiba-tiba dari arah berlawanan ada sepeda motor mencegat juga. Ia kagok sempat memperlambat bawa kendaraan dan yang KLX itu menendang lagi.
“Dan saya terjatuh dan habis terguling. Langsung saya ditumpahin air, entah air apa lama-lama terasa panas, muka dada saya panas sambil tubuh saya dipukuli,” katanya.
Sekalipun muka dan dada terasa panas, ia memberikan perlawanan. Lalu duel di situ.
“Saya melawan enam orang dan salah satu pelaku bawa pisau mau nusuk saya. Saya rebut, saya gigit dan pisau lepas kemudian dia marah karena kena tusukan,” katanya.
Selanjutnya, pelaku mencoba melukai pakai sajam di bagian perut dan punggung. Namun sajam yang dihunuskan tidak sampai melukainya.
“Hanya saja bekas tusukan dan sabetan tidak sampai terluka sayatan. Selanjutnya saya diikat di pohon terus ditendang dipukul,” katanya.
Saat dirinya mendapatkan penyiksaan, terlihat orang lewat kayaknya habis mancing.
“Saya minta tolong ada pembegalan malahan dia lari ketakutan. Terus ada lagi yang melintas dan akhirnya ada yang menolong saya namun uang, handphone dan sepeda motor saya di bawa kabur,” katanya.
Kasatreskrim Polres Pandeglang Iptu Alfian Yusuf mengatakan, anggotanya sudah mengecek kasus pencurian dengan kekerasan di Kecamatan Pagelaran.
“TKP dekat PLTU Banten 2 Labuan. Barang korban yang diambil pelaku sepeda motor Honda Beat, Hanphone, dan uang Rp3 juta,” katanya.
Waktu kejadian, pada hari Minggu, 27 Oktober 2024 sekira pukul 22.30 WIB. Kondisi korban semalam belum bisa diajak bicara.
“Kalau dari keterangan korban kepada saksi yang menemukan korban di pepet oleh sekitar tiga motor. Kemudian di pukul di bagian pundak,” katanya.
Kemudian korban diikat oleh pelaku di pohon mahoni pinggir Jalan Raya Panimbang-Labuan Kampung Kepuh, Kecamatan Pagelaran. “Kita sudah jembut bola untuk menangani kasus tersebut,” katanya.
Editor : Aas Arbi











