SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki beban berat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada serentak di Provinsi Banten tahun 2024. Sebab, pada Pilkada Banten 2017 lalu, partisipasi pemilih cukup rendah, yakni hanya 61,97 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 7 juta pemilih.
Anggota Komisioner KPU Banten Aas Satibi mengatakan, pada Pilkada Banten 2024 ini pihaknya menargetkan angka partisipasi pemilih sebanyak 75 persen. Berbagai langkah strategi dilakukan guna mencapai target itu.
Adapun strateginya adalah sosialisasi dengan Masyarakat yang sudah dipetakan, jambore kepemiluan Bersama pramuka dan santri, konser musik, jalan sehat, gelar wicara (talk show) dan pemanfaatan budaya lokal/tradisional, serta metode lain yang memudahkan masyarakat untuk menyampaikan Informasi Pemilu atau Pemilihan dengan baik.
“Pada sosialisasi tatap muka, KPU Banten menggandeng beberapa stakeholder yaitu Kesbangpol, Organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas dan kelompok kebudayaan. Sedangkan metode interaktif lainnya adalah nonton bareng film Tepatilah janji,” tuturnya, Senin 18 November 2024.
Penggunaan metode sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat tersebut dilaksanakan pada daerah yang menjadi lokus seperti daerah dengan tingkat partisipasi pemilih yang rendah, daerah dengan potensi pelanggaran pemilu atau pemilihan yang tinggi, daerah konflik/rawan bencana; dan/atau wilayah perbatasan, wilayah kepulauan, wilayah yang sulit diakses secara geografis, daerah tambang, lepas pantai, perkebunan, lembaga pemasyarakatan, dan rumah sakit.
“Dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat ini kami menargetkan kalangan milenial yang mendominasi dengan jumlahnya hampir 61 persen dari total pemilih,” jelasnya.
Menurutnya, problem utama dari pendidikan pemilih di Banten adalah struktur dinamika kependudukan masyarakat Banten punya variasi yang tinggi, kemudian multikulturalnya masyarakat Banten yang bermacam-macam membuat metode Sosdik Lih KPU Banten harus lebih variatif.
Meski demikian, Aas menekankan akan pentingnya partisipasi pemilih pada Pilkada Banten 2024 ini. Sebab, setiap suara warga akan menentukan Banten lima tahun ke depan.
“Kita tidak akan pernah bosan mengajak masyarakat datang ke TPS pada 27 November nanti, sebab setiap suara dari masyarakat itu sangat berpengaruh terhadap pembangunan Banten ke depan. Maka dari itu kami mengajak kepada masyarakat untuk memilih calon pemimpin yang diyakininya masing-masing. Jangan sampai golput, atau bahkan memilih karena terpaksa maupun tergoda politik uang,” tegasnya.
“Jangan mau suara kita dihargai berapapun, karena itu akan menentukan kelangsungan Banten ke depan,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











