CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Ongkos Haji atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) yang di bebankan kepada jemaah di tetapkan Rp55,4 juta.
Biaya itu lebih rendah dari tahun sebelumnya.
Diketahui bahwa BIPIH pada tahun 2024 adalah Rp56 juta berdasarkan kesepakatan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Kementerian Agama.
Penurunan biaya ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi beban terhadap jemaah. Harapanya nanti beban yang akan dibayar kan oleh jemaah haji menjadi lebih ringan, dan lebih mudah dalam pelunasan.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh pada Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cilegon Zarkoni menyampaikan perihal turunnya biaya haji pada tahun 2025.
“Alhamdulillah ini adalah upaya pemerintah untuk melakukan efisiensi terhadap beban jemaah, sehingga Ibadah haji menjadi lebih mudah dan lebih terjangkau saat pelunasan,” ucap Zarkoni saat diwawancara.
Zarkoni menambahkan bahwa walaupun BIPIH pada tahun 2025 yang turun sekitar satu juta, itu tidak akan mempengaruhi kualitas pelayanan ibadah haji terhadap seluruh jemaah.
“Tentunya penurunan biaya ini tidak akan mengurangi kualitas pelayanan bahkan akan terus ditingkatkan baik dari sisi akomodasi, perhotelan,transportasi dan konsumsi akan terus ditingkatkan bukan karena efisiensi jadi malah berkurang,” ucap Zarkoni.
Perihal keberangkatan jemaah haji di Kota Cilegon Zarkoni menerangkan bahwa tahun ini Kota Cilegon akan memberangkatkan 590 orang jemaah reguler yang telah siap melunasi biaya haji, ditambah sekitar 150 orang jemaah cadangan.
“Nanti ada jemaah cadangan akan menggantikan kuota reguler apabila ada yang mengundurkan diri atau wafat,” tuturnya.
Adapun Keberangkatan jemaah secara nasional dijadwalkan mulai masuk ke asrama haji pada 1 Mei 2025 dan diterbangkan ke Tanah Suci pada 2 Mei 2025.
Untuk penambahan atau pengurangan kuota keberangkatan haji sendiri, Zarkoni menyampaikan bahwa itu adalah kewenangan dari Pemerintah Arab Saudi.
Editor: Bayu Mulyana











