PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mewaspadai bencana hidrometeorologi di awal bulan Februari 2025.
Hal itu dilakukan BPBDPK Kabupaten Pandeglang sebagai tindak lanjut atas peringatan dini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan melalui Sekretarisnya, Nana Mulyana, mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi masih ada.
“Berdasarkan informasi disampaikan oleh BMKG potensi bencana hidrometeorologi masih ada. Terhitung dari 31 Januari sampai 6 Februari 2025,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID di Kantor BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Jumat, 31 Januari 2025.
Risiko hidrometeorologi masih ada berupa hujan sedang dan lebat. Lalu angin kencang, banjir, dan longsor.
“Maka kami mengimbau, kepada semua masyarakat mewaspadai hujan sedang dan lebat disertai petir dan angin kencang. BPBDPK siap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi,” katanya.
Nana mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang agar tetap waspada.
“Namun tetap tenang untuk menghadapi perubahan cuaca. Kalau ada hal berkaitan kedaruratan silakan kontak ke kami,” katanya.
Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang Beni Madsira mengatakan, relawan KSB selalu siap siaga.
“Yang paling penting untuk disiapkan saat ini peralatan dan bantuan logistik,” katanya.
Untuk peralatan, diungkapkan Beni, dalam menghadapi bencana hidrometeorologi pertama itu alat mesin potong berupa gergaji mesin.
“Terus bantuan logistik dasar. Yang saat ini masih kosong,” katanya.
Bantuan logistik masih kosong di Lumbung Sosial yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Harapan kita kepada pemerintah agar Lumbung Sosial segera di isi. Untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada korban bencana,” katanya.
Editor : Aas Arbi











