LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak menambah jam operasi pengangkutan sampah.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya tumpukan sampah dimana, pada pekan pertama bulan ramadan volume sampah di Lebak meningkat hingga 15 persen.
DLH Kabupaten Lebak, membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kampung Dengung, Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja.
“Ya, informasi dari kabid persampahan, volume sampah naik antara 10 sampe 15 psrsen. Meningkatnya volume sampah karena aktivitas jual beli di pasar meningkat seperti di pasar Rangkasbitung,” kata Kepala DLH Kabupaten Lebak Iwan Sutikno, Selasa 11 Maret 2025.
Dia mengatakan, aktivitas jual beli di pasar Rangkasbitung yang meningkat membuat sampah yang ditinggalkan juga ikut meningkat.
Biasa satu hari sampah yang dihasilkan di pasar Rangkasbitung mencapai 9 ton kini menjadi 10 ton.
“Satu hari sampah biasanya di buang ke TPA Dengung 120 ton. Tapi kini bisa mencapai 130 ton lebih per harinya,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, kata dia pengangkutan sampah pun ditingkatkan jadi dua kali dalam sehari dengan jadwal pengangkutan.
“Kami berharap kepada seluruh warga berperan menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing, karena persoalan sampah bukan hanya tugas dari dinas Kebersihan saja,” imbuhnya.
Dia mengatakan, pihaknya telah menyediakan beberapa contener untuk sampah di beberapa titik seputar lingkungan pasar dan wilayah perkotaan yang pengangkutannya bisa kapan saja, bila sampah tersebut terlihat sudah penuh.
Kata dia, bulan suci ramadan jangan dijdikan warga malas beraktivitas termasuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membauang sampah sembarangan.
“Kerbersihan lingkungan tetap harus dijaga. Apalagi, kebersihan merupakan bagian dari iman. Kita telah tugaskan petugas kebrsihan untuk melakukan pemantuan sejumlah titik rawan sampah, salah satunya Pasar Rangkasbitung,” tukasnya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











