PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Gunung Pulosari dikenal sebagai tempat yang memiliki energi spiritual kuat dan diyakini dihuni makhluk halus penjaga alam.
Beberapa pantangan alias larangan pun wajib diikuti oleh pendaki. Seperti tidak boleh berucap sembarangan, bersuara keras atau berteriak di area sakral, ataupun mengambil atau merusak apapun dari alam dan melakukan tindakan asusila.
Mitosnya, pelanggaran terhadap pantangan-pantangan tertentu bisa menimbulkan berbagai efek mistis yang kerap dialami oleh pendaki.
Berikut beberapa efek yang sering diceritakan oleh penduduk dan para pendaki:
- Tersesat Secara Gaib (Nyasar Gaib)
Pendaki yang melanggar larangan, seperti berkata kasar atau meremehkan tempat sakral, dilaporkan pernah mengalami kejadian aneh seperti berputar-putar di tempat yang sama (ling-lung), kehilangan arah, atau merasa jalur yang biasa dilewati tiba-tiba berubah.
- Diganggu Makhluk Halus
Beberapa pendaki mengaku melihat penampakan aneh, mendengar suara-suara misterius, atau bahkan merasa “diikuti” setelah melakukan hal-hal yang dianggap tidak sopan di kawasan gunung, seperti tertawa keras, bersiul, atau berbicara sembarangan.
- Sakit Mendadak
Ada pula yang mengalami sakit kepala, mual, atau tubuh mendadak lemas tanpa sebab jelas. Kejadian ini kerap dikaitkan dengan pelanggaran norma adat atau membawa barang-barang dari gunung tanpa izin.
- Gagal Mencapai Puncak
Sebagian pendaki mengaku tidak bisa sampai ke puncak karena cuaca tiba-tiba buruk atau mengalami hambatan fisik, padahal cuaca sebelumnya cerah. Ini dipercaya sebagai tanda bahwa alam tidak “merestui” pendakian mereka.
- Tertimpa Nasib Buruk Setelah Pulang
Dalam beberapa kisah warga lokal, ada pendaki yang mengalami sial setelah pulang dari Pulosari, seperti kehilangan pekerjaan, hubungan rusak, atau mengalami kecelakaan. Ini diyakini sebagai balasan karena membawa pulang benda dari gunung atau melanggar larangan tertentu.
Pantangan-pantangan ini bukan untuk menakuti, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya lokal.
Gunung bukan hanya tempat wisata, tapi juga ruang spiritual yang dihormati oleh masyarakat setempat sejak lama.
Warga dan tokoh adat berharap agar pendaki selalu menjaga etika dan tata krama saat berada di kawasan Gunung Pulosari, agar pendakian tetap aman, nyaman, dan penuh berkah.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











