PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lahan di Kabupaten Pandeglang dilirik oleh investor dari luar daerah Banten untuk berbagai keperluan, seperti pembangunan pabrik, tambak udang, peternakan ayam, hingga mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
“Khusus di beberapa kecamatan, memang tanah-tanah kita di Pandeglang sudah mulai dilirik investor. Bahkan sudah ada yang membeli puluhan hingga ratusan hektare,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pandeglang, Ramadani, Rabu 16 April 2025.
Ramadani mengatakan, para pembeli lahan berasal dari berbagai kota besar seperti Manado, Surabaya, Makassar, hingga Jakarta.
Menurutnya, minat investor itu tercermin dari capaian pendapatan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang cukup signifikan. Hingga 28 Maret 2025, pendapatan dari sektor BPHTB sudah menembus angka Rp4.109.770.270 dari target tahunan Rp14,3 miliar.
“Iya, sudah mulai menarik. Apalagi kalau akses jalan tol sudah operasional sepenuhnya, sepertinya dampaknya akan luar biasa,” ucapnya.
Disebutkannya, sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang mulai jadi incaran para investor dari luar daerah di antaranya di Kecamatan Cikeusik, Pagelaran, Sukaresmi, Panimbang, Cigeulis, hingga Sumur.
“Lokasi lainnya juga ada dari Munjul sampai Sindangresmi. Kalau di tepi pantai biasanya dimanfaatkan untuk wisata, tambak udang vaname, industri pabrik, gudang, hingga peternakan ayam,” tuturnya.
Menurut Ramadani, minat investor masuk ke Pandeglang tak lepas dari meningkatnya konektivitas wilayah, terutama setelah dibukanya akses tol Serang-Panimbang dan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
“Insya Allah kalau tol sudah selesai dan beroperasi, kita akan sesuaikan juga NJOP-nya agar sesuai dengan kondisi eksisting. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena harga jual masih pakai NJOP, padahal investor datang mestinya pakai harga pasar setempat,” jelasnya.
Editor: Aas Arbi











