LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Lebak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak, menargetkan penurunan angka stunting di tahun 2025. Diketahui berdasarkan data DP3AP2KB per Desember 2024 ada 4.580 anak stunting di Lebak.
Pemkab Lebak terus berupaya untuk menurunkan angka stunting di tahun 2025 dengan berbagai program. Salah satu kegiatan yang dilakukan Pemkab Lebak adalah Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Tingkat Kabupaten Lebak.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB pada DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menjelaskan, tahun ini Pemkab Lebak menargetkan angka stunting dapat turun secara siginifikan dengan berbagai langkah yang dilakukan salah satu komitmen bersama kecamatan dan desa.
“Karena akhir tahun ini angka stunting ada di angka empat ribuan, dan intervensi gizi dilakukan sesuai standar penanganan stunting, maka seharusnya bisa selesai dalam empat tahun. Jadi angka stunting akhir tahun ini minimal menjadi tiga ribuan,” tuturnya.
Menurut Tuti, angka stunting di Kabupaten Lebak data stunting di Lebak berangsur turun karena datanya akan diperbaharui berdasarkan waktu tertentu.
“Kalo angka stunting, waktu pengambilan data nya akan berubah terus sesuai aktivitas inputing para kader dan bidan desa di wilayah masing-masing,” terangnya.
Ia menambahkan, bahwa penurunan angkat stunting harus ada tindaklanjut dengan menyasar kepada mereka yang benar-benar mengalami stunting.
“Dan untuk menjamin tercapainya harus dipastikan tidak ada anak stunting baru dengan penguatan intervensi sensitif bagi semua kelompok sasaran di semua siklus kehidupan,” ujarnya.
Kasus stunting di Kabupaten Lebak masih menjadi perhatian serius. Penurunan angka stunting menjadi komitmen utama Pemka Lebak agar kasus angka stunting di Lebak segera turun.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











