SERANG, RADARBANTEN. CO.ID – Isu mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali mengguat, apalagi saat ini Gubernur Banten Andra Soni telah membentuk tim seleksi guna memilah pegawainya untuk mengisi kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Banten yang sudah lama dibiarkan kosong.
Informasinya, rotasi dan mutasi jabatan bakal dilakukan setelah kursi kosong itu terisi. Namun, belakangan ini para pejabat terlihat tidak sabaran menanti hal tersebut. Indikasi perebutan posisi pada sejumlah jabatan strategis pun menguak, tidak hanya di lingkungan Pemprov Banten saja, melainkan juga dilakukan oleh pejabat didaerah.
Seperti baru-baru ini ramai perbincangan tentang Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, sekaligus Ketua PGRI Provinsi Banten, Jamaluddin yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat mengisi jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, ditinggalkan Tabrani.
Bahkan flayer ucapan selamat sudah beredar mengenai pengangkatan Jamaluddin sebagai Kepala Dindikbud Banten. Padahal, jabatan itu kini masih diisi oleh Plt yaitu Lukman.
Melihat fenomena itu, Sekretatis Komisi I DPRD Banten Umar Barmawi mengaku miris. Karena, seharusnya ASN tetap fokus bekerja dan tidak sibuk melobi-lobi kesana-kemari untuk mendapatkan jabatan.
“ASN itu tugasnya untuk melayani masyarakat, bukan kasak-kusuk, lobi sana-sini untuk mencari jabatan,” kata Umar, Jum’at 9 Mei 2025.
Umar memandang sikap yang tidak sabaran itu tidak mencerminkan integritas dari ASN yang merupakan panutan masyarakat. Padahal, rotasi dan mutasi sendiri akan dilakukan berdasarkan pertimbangan manajemen talenta oleh kepala daerah, bukan karena kedekatan atau tekanan dari pihak-pihak tertentu.
“Kita minta ASN untuk fokus meningkatkan kinerjanya, karena pa Gubernur dan pa Wakil Gubernur hanya akan memilih pegawai yang dinilai memiliki telanta, bukan yang dekat dengan mereka,” jelasnya.
Ia menilai menajemen talenta penting dengan menempatkan pegawai sesuai dengan talentanya. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kinerja pegawai yang bersangkutan.
Tidak hanya itu, politisi PKB ini juga menekankan pentingnya integritas dan dedikasi dalam mendukung visi pembangunan Banten. Karena, dengan melakukan kasak-kusuk, ASN dinilai akan menciderai visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur yang mengedepankan integritas dan tidak korupsi.
“Percaya saja pada kemampuan, dan buktikan bahwa bisa membantu program kerja Pak Gubernur dan Wakil Gubernur yang sesuai dengan visi misinya: Banten Maju, Adil, Merata dan Tidak Korupsi,” ujarnya.
Tak hanya kepada ASN, Umar juga menyampaikan peringatan kepada para pejabat pelaksana tugas (Plt) eselon dua agar tidak sembarangan menunjuk Plt baru di jabatan yang kosong. Ia menegaskan bahwa, pengisian jabatan adalah wewenang Gubernur.
“Jangan menyalahi aturan yang ada, dan saya kira harusnya hal itu menjadi domainnya Gubernur,” tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa, pihaknya memang sedang dalam proses penataan birokrasi. Namun, ia menilai rotasi dan mutasi jabatan harus dijalankan secara terukur dan sesuai kebutuhan organisasi.
“Kita memang sedang menyusun kebutuhan birokrasi yang lebih sehat dan fungsional, tapi tentu tidak dengan tergesa-gesa. Semua harus proporsional dan sesuai kebutuhan organisasi,” kata Andra.
Andra pun berharap seluruh ASN tetap bekerja secara optimal dan tidak terpengaruh oleh spekulasi soal jabatan.
“Yang kita butuhkan adalah orang-orang yang siap kerja dan punya integritas. Jadi saya tidak berdasarkan suka atau tidak suka. Bagi saya, semua punya kesempatan yang sama. Tugas kita adalah bekerja sebaik-baiknya agar pimpinan bisa melihat. Buktikan saja dari sekarang,” pungkasnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aditya











