LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Sejumlah wisatawan mengungkapkan keresahannya terkait aksi pungli di kawasan wisata Sawarna, Kabupaten Lebak, pada Senin, 9 Juni 2025.
Aksi pungli meresahkan dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini membuat wisatawan merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri untuk mengunjungi tempat wisata tersebut.
Diketahui kejadian tersebut diduga dilakukan oleh oknum masyarakat tepatnya di pertigaan Simpang Ciawi, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak.
Para pengendara itu diberhentikan dan kerap diminati uang sebesar Rp 5.000 setiap akan memasuki kawasan pantai Sawarna.
Aksi pungli itu kerap dilakukan oknum masyarakat hampir setiap hari, terutama pada libur akhir pekan dan juga moment libur Lebaran.
Salah satu wisatatawan asal Bogor, Jawa Barat, Budi (32), mengaku dicegat oleh oknum warga dan dipintai uang sebesar Rp 5.000 dengan alasan untuk parkir.
“Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Sawarna, tapi setiap melintas di simpangan itu pasti uang Rp 5.000 rupiah keluar, padahal itu bisa merusak citra di daerah wisata,” kata Budi kepada RADARBANTEN.CO.ID saat dihubungi melalui telepon, Selasa 9 Juni 2025.
Ia menjelaskan, pungutan liar ini tidak hanya terjadi terhadap dirinya, namun juga kepada beberapa wisatawan yang lain.
“Aksi mereka banyak dikeluhkan pengunjung yang lain, bukan saya saja. Sebagai wisatawan, kita ingin menikmati keindahan alam dan fasilitas yang ada di tempat wisata. Namun, dengan adanya pungli, kita merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri untuk mengunjungi tempat wisata tersebut,” ungkap Budi.
Terkait kejadian tersebut, tokoh masyarakat yang juga Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, menyoroti aksi pungli di kawasan wisata Sawarna.
Menurut Erwin, pungli dapat merusak citra tempat wisata dan membuat wisatawan merasa tidak percaya diri untuk mengunjungi tempat tersebut.
Erwin berharap kepada aparat kepolisian dapat bertindak tegas mengamankan oknum masyarakat itu. Karena menurutnya, keberadaan oknum tersebut benar- benar meresahkan.
“Saya berharap pak Kapolres Lebak bisa melakukan tindakan yang tegas apalagi sekarang sedang di lakukan pemberantasan preman-preman pelaku pungli,” tegas Erwin.
Erwin juga menuturkan, maraknya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum masyarakat bisa berdampak kepada minat kunjungan para pelancong, bahkan saat ini banyak wisatawan yang mengeluh karena menjadi korban pungli.
“Mereka mengeluhkan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum masyarakat. Tentu saja keberadaan pelaku pungli itu dapat menyebabkan sepinya pengunjung ke destinasi wisata yang ada di Sawarna,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











