CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Tim Panitia Seleksi (Pansel) calon direksi PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) mulai bergerak cepat.
Setelah Surat Keputusan (SK) pembentukan pansel diterima pada Jumat malam 14 Juni 2025, Pansel langsung menggelar rapat perdana pada Senin 16 Juni 2025 dan kini tengah melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Syaiful Bahri, perwakilan akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten yang menjadi anggota Pansel, menjelaskan bahwa tahapan seleksi disusun dalam waktu singkat guna mempercepat proses rekrutmen direksi baru.
Ini dilakukan menyusul pengunduran diri jajaran direksi sebelumnya yang disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPRS CM.
“Rapat perdana kita itu menetapkan jadwal tahapan, termasuk mempersiapkan letak sekretariat pansel. Hari ini dan besok, kami sedang konsultasi ke Kemendagri dan OJK terkait formasi dan rekomendasi,” ujar Syaiful kepada Radar Banten, Selasa 17 Juni 2025.
Adapun pengumuman resmi jadwal seleksi akan disampaikan Pansel pada Jumat pekan ini 20 Juni 2025. Proses seleksi ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari satu bulan, mulai dari administrasi hingga uji kelayakan dan kepatutan oleh lembaga perbankan profesional.
“Target kita satu bulan selesai, cepat tapi tetap profesional. Setelah seleksi administrasi, kami akan teliti rekam jejak, lalu lanjut ke fit and proper test oleh lembaga perbankan, dilanjutkan dengan wawancara Pansel, baru pengumuman,” paparnya.
Syaiful menambahkan bahwa seleksi ini merujuk pada Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, yang memuat tahapan mulai dari seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (UKK), hingga wawancara akhir yang menilai visi, misi, serta strategi calon direksi.
“Calon harus punya pengalaman di bidang perbankan syariah minimal dua setengah tahun. Semua sudah diatur jelas di regulasi,” pungkasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











