SERANG–Program sekolah gratis di Provinsi Banten belum mampu menjangkau seluruh lulusan SMP tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, dari 220.876 lulusan SMP sederajat, hanya 166.000 siswa yang dapat menempuh pendidikan lanjutan di SMA/SMK negeri maupun swasta mitra Pemprov. Akibatnya, sebanyak 54.876 siswa terancam putus sekolah karena tidak tertampung.
Ketua Komisi V DPRD Banten, Ananda Trianh Slaichan, menegaskan ketimpangan ini harus segera diatasi dengan menambah mitra sekolah swasta dalam program sekolah gratis. “Jadi memang ada GAP antara kouta sekolah gratis baik itu negeri maupun swasta dengan jumlah lulusan SMP di Banten ini,” ujarnya, Selasa 17 Juni 2025.
Ananda menyampaikan, jika masalah ini tidak segera diselesaikan, maka puluhan ribu siswa berpotensi putus sekolah. Data angka putus sekolah SMA/SMK di Banten pada angkatan 2023-2024 sudah mencapai 13.684 orang. “Tingginya angka putus sekolah ini dikhawatirkan akan berdampak pada tingginya pengangguran di Tanah Jawara ini,” katanya.
Komisi V DPRD telah memanggil Dindikbud Banten untuk membahas langkah strategis. Salah satu solusi yang disarankan Ananda adalah meningkatkan ruang belajar dan membuka lebih banyak kemitraan dengan sekolah swasta. “Solusinya ada dua yakni meningkatkan ruang belajar sekolah dan menambah mitra swasta untuk bisa mengantisipasi angka putus sekolah. Karena kalau kita mau bangun sekolah baru itu butuh proses lama,” paparnya.
Selain itu, Ananda juga menyoroti lambatnya sosialisasi terkait petunjuk teknis Sistem Penerimaan Masuk Bersama (SPMB) dan program sekolah gratis tahun ajaran baru 2025/2026. Dia mengungkapkan adanya sejumlah sekolah swasta yang membuka penerimaan siswa baru sejak awal tahun namun tetap meminta biaya dari calon siswa, padahal seharusnya sudah gratis.
“Kita temukan adanya sekolah swasta yang membuka penerimaan siswa baru dari awal tahun, anehnya mereka juga meminta calon siswanya untuk membayarkan sejumlah biaya yang seharusnya sudah digratiskan oleh Pemprov Banten,” ungkap Ananda.
Karena itu, Ananda mengusulkan agar proses SPMB sekolah swasta dilakukan setelah penerimaan di sekolah negeri selesai, sehingga masih tersedia kuota untuk siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.
Dengan penambahan mitra swasta dan perbaikan sistem penerimaan, diharapkan program sekolah gratis di Banten bisa menjangkau lebih banyak siswa dan menekan angka putus sekolah secara signifikan.
Editor : Merwanda











