CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Maraknya aksi pencurian tutup besi pada tempat sampah di sejumlah titik jalan protokol Kota Cilegon memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) mengubah strategi. Wali Kota Cilegon, Robinsar, memutuskan agar sisa produksi tempat sampah tidak lagi menggunakan tutup besi.
Dari sekitar 500 unit tempat sampah yang direncanakan, baru 200 unit yang sudah terpasang. Namun, sebagian tutup besi pada unit yang sudah dipasang tersebut hilang digondol pencuri.
“Yang udah jadi sekitar 200-an, nah sisanya karena menyikapi hal tersebut, saya minta ke yang produksinya, saya bilang udah gak usah pake tutup lagi,” ujar Robinsar saat ditemui usai rapat pembahasan Raperda RPJMD di Aula DPRD Kota Cilegon, Senin, 23 Juni 2025.
Wali kota menyadari, pengawasan tempat sampah secara maksimal bukan hal mudah, terutama jika harus mengandalkan CCTV di tiap titik. Meski ada pengawasan, tidak semua area bisa dipantau.
“Kalau dipasang CCTV-nya repot juga, tapi sebenernya di situ udah ada sih, di Pemkot itu ada, maksudnya nggak semua ada,” katanya.
Robinsar menegaskan, pengawasan oleh pemerintah tak bisa berdiri sendiri tanpa peran aktif masyarakat. Menurutnya, menjaga fasilitas publik seperti tempat sampah adalah tanggung jawab bersama.
“Kalau sampah di 500 titik, di situ kan repot juga. Jadi ini kembali lagi ke kesadaran masyarakat,” ucapnya.
Sebagai bentuk langkah pencegahan lanjutan, Pemkot juga mengajak warga sekitar lokasi penempatan tempat sampah agar turut menjaga. Warga diminta segera menegur atau melaporkan jika melihat tindakan mencurigakan.
“Upayanya ya kita juga izin nyalamin juga yang di lingkungan sekitarnya, sama-sama dijaga. Kalau memang ada sesuatu yang mencurigakan, tolong ditegur atau dilaporkan,” imbuhnya.
Wali kota memastikan, 200 unit tempat sampah yang belum diproduksi nantinya tidak akan dilengkapi dengan tutup besi. “Yang belum dibuat itu 200-an, nanti kayaknya nggak ada tutup besinya. Yang udah ada mah udah, biarin aja,” pungkasnya.
Editor: Merwanda











