PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Situs resmi Pemerintah Kabupaten Pandeglang (pandeglangkab.go.id) mengalami serangan siber serius dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, hasil pencarian Google justru menampilkan konten judi online lengkap dengan promo dan panduan bermain, padahal jika situs diklik langsung, halaman utama masih aman.
Sekretaris Diskomsantik Pandeglang, Johanas Waluyo, menyatakan serangan berasal dari situs judi online. Serangan ini terjadi berulang kali, hingga ratusan kali dalam beberapa hari terakhir. “Memang percobaan peretasan itu dilakukan berulang kali. Saat dicek, yang diserang itu muncul saat pencarian di Google. Jadi ketika mengetik Pandeglangkab.go.id, yang muncul malah situs judi online,” jelas Johanas saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 24 Juni 2025.
Meski begitu, saat situs Pandeglangkab.go.id diakses langsung, konten judi tidak muncul. Hal ini mengindikasikan serangan lebih menyerang SEO dan manipulasi hasil pencarian, bukan perusakan halaman utama. “Kalau kita klik masuk ke beranda-nya langsung, itu tidak sampai muncul konten judol. Tapi upaya peretasan seperti ini memang terus terjadi, karena sistem keamanan siber kita masih tergolong lemah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Johanas menjelaskan bahwa serangan tersebut sudah mencapai ratusan kali, menimpa situs utama dan sejumlah OPD serta kecamatan di jajaran Pemkab Pandeglang. “Situs judol ini bahkan menyerang ratusan kali ke website kami,” ujarnya.
Untuk menanggulangi hal ini, Diskomsantik melakukan perbaikan manual dan menggalang kerja sama dengan pemerintah pusat. Selain itu, mereka juga berencana berkoordinasi dengan Google agar hasil pencarian yang menampilkan konten judi dapat dibersihkan. “Teman-teman dari bidang Aptika menghapus konten itu secara manual. Tapi serangannya terus berulang, karena kita belum punya aplikasi atau sistem keamanan yang cukup kuat untuk menangkal situs judol,” kata Johanas.
Menurutnya, serangan seperti ini bukan hanya terjadi di Pandeglang, melainkan juga terjadi di banyak situs pemerintahan daerah lain di Indonesia. “Yang saya tahu, bukan cuma Pandeglang. Website pemerintahan di kabupaten atau kota lain juga banyak yang diserang situs judol,” tambah Johanas.
Editor: Merwanda











