SERANG,RADARBANTEN.CO.ID– Ribuan pegawai non-ASN atau honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus kembali menelan kekecewaan. Janji pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) belum juga terwujud.
Sebanyak 1.000 lebih honorer kategori R3—yakni mereka yang mengikuti seleksi tahap pertama namun tidak lolos—dipastikan tidak mendapat formasi PPPK tahun ini.
Salah satu guru honorer asal Kabupaten Tangerang, Agung Sahrijal, mengaku kecewa berat. Ia termasuk dalam kategori R3 dan berharap diangkat menjadi PPPK karena sebelumnya dijanjikan formasi khusus oleh Pemprov.
“Janji Pemprov soal 932 formasi untuk guru R3 tak sesuai kenyataan. Pak Gubernur pernah bilang formasi dikunci untuk kami. Tapi setelah diumumkan, kami tetap tak dapat bagian. Kami merasa dibohongi,” ujar Agung, belum lama ini.
Ketua Forum Pegawai Non PNS Banten, Taufik Hidayat, menyebut masih ada ribuan tenaga non-ASN yang belum terakomodir.
“Kita masih mengupayakan agar Pemprov bisa menyelesaikan. Sisanya masih ada 1.292 orang,” kata Taufik.
Sementara itu, pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten mengakui belum bisa memberikan kepastian bagi guru R3 dalam seleksi PPPK tahun ini. Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Kinerja, dan Disiplin BKD Banten, Aan Fauzan Rahman, mengatakan hal itu terkendala kebijakan dari pusat.
“Jumlah guru R3 yang terdata dalam database BKN sekitar 1.400 orang. Tapi yang lolos seleksi tahap dua hanya sekitar 140-an, atau sekitar 10 persen,” jelas Aan.
Aan menerangkan, mekanisme pengisian formasi dilakukan berdasarkan kecocokan antara kompetensi pelamar dan jabatan yang tersedia, dan itu semua diatur oleh pemerintah pusat.
“Kalau ada jabatan yang identik dengan latar belakangnya, itu bisa diisi. Tapi kalau tidak ada yang sesuai, ya menunggu kebijakan pusat. Sekarang formasi kosong tersisa sekitar 400-an, jadi memang tidak bisa menampung semua,” jelasnya.
BKD juga mengaku telah mengirim surat resmi ke Kementerian PAN-RB dan BKN untuk meminta agar sisa formasi bisa dioptimalkan kembali.
“Sudah kita bersurat, tapi sejauh ini belum ada jawaban. Jadi ya masih menunggu sajalah,” ujarnya.
Editor : Merwanda











