SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menyoroti minimnya jumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) di ibu kota Provinsi Banten.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Serang, Ade Suminar, menyampaikan kekhawatiran ini dalam rapat kerja bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang pada Jumat, 11 Juli 2025.
Menurut data yang dipaparkan, kebutuhan ideal PJU di Kota Serang mencapai sekitar 10.000 titik. Namun, saat ini baru tersedia sekitar 2.500 titik, belum termasuk yang rusak atau tidak berfungsi. Ini berarti, Kota Serang masih kekurangan lebih dari 7.000 titik PJU. Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas dan tindak kejahatan, terutama pada malam hari.
Ade Suminar, politisi Partai Golkar, menegaskan bahwa meski ada rencana pembangunan lebih dari 500 titik PJU tahun ini, perawatan lampu yang sudah terpasang juga harus menjadi perhatian utama.
“Tahun ini sudah direncanakan pembangunan lebih dari 500 titik PJU. Tapi kita juga harus memperhatikan perawatan terhadap lampu yang sudah terpasang, karena beberapa di antaranya sudah tidak berfungsi,” ujar Ade.
Ia menambahkan, dalam beberapa minggu terakhir, masyarakat banyak melaporkan PJU yang mati atau rusak. “Kami menekankan pentingnya tidak hanya membangun, tapi juga merawat dan memperbaiki PJU yang ada agar fungsinya tetap maksimal,” tegas Ade.
Ade Suminar menyatakan apresiasinya terhadap program “Serang Menyala” yang diusung oleh Walikota dan Wakil Walikota terpilih. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan kebutuhan mendesak masyarakat akan penerangan jalan yang memadai.
“Kami sangat mendukung program ‘Serang Menyala’. Dari sisi legislatif, kami akan ikut mengawasi agar pelaksanaannya berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” pungkasnya, menunjukkan komitmen legislatif dalam memastikan keberhasilan program tersebut.
Editor: Aas Arbi











