LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemetintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus berupaya meningkatkan derajat ekonomi masyarakat. Hal tersebut juga untuk mengurangi jumlah angka kemiskinan di kota Multatuli sebutan Kabupaten Lebak.
Saat ini tercatat presentase kemiskinan di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini hingga Desember 2024 lalu sebesar 8,44 persen atau 111.710 jiwa dari total penduduk.
Ini berarti sekitar 111.710 jiwa warga Lebak masuk dalam kategori miskin. Sementara kemiskinan pada tahun 2023 mencapai 8,68 persen.
Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperinda) Kabupaten Lebak Yosep M Holis mengatakan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebak sepanjang 2024 menyentuh angka 8,44 persen. Ini setara dengan 111.710 jiwa penduduk miskin.
“Setiap tahun persentase kemiskinan kita menurun dan selama periode RPJMD kemarin sudah sesuai target. Bahkan melebihi target,” katanya, Kamis 31 Juli 2025.
Kemiskinan dalam tiga tahun terakhir terus turun. Dimana, pada tahun 2021 angka kemiskinan menyentuh 10,29 persen. Namun, ditahun 2022 bisa ditekan dimana angka kemiskinan mencapai 8,91 persen, tahun 2023 mencapai 8,68 persen dan tahun 2024 mencapai 8,44 persen.
“Mengapa penurunannya melambat karena memang Lebak dan Pandeglang merupakan daerah yang masih punya kapasitas fiskal rendah. Di samping itu ada penyebab eksternal seperti covid dan pengaruh ekonomi global yang membuat daya beli masyarakat ikut turun. Semoga pada periode ini bisa turun signifikan,” ujar mantan Kepala DPMTSP Lebak ini.
Menurutnya, ada lima permasalah utama kemiskinan di Kabupaten Lebak berdasarkan kajian dokumen RPKD (rencana penanggulangan kemiskinan daerah) Kabupaten Lebak 2025-2029.
Pertama masih tingginya persentase penduduk miskin dan melambat penurunannya, kedua masih besarnya jumlah penduduk miskin dan melambat penurunannyam.
Selanjutnya ketiga fluktuatif dan melambatnya perbaikan indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan, ke empat masih tingginya jumlah rumah tangga dengan kepala rumah tangga perempuan miskin
ekstrem, miskin dan rentan miskin.
“Dan ke lima tingginya jumlah individu lanjut usia dari rumah tangga miskin ekstrem, miskin dan rentan miskin,” jelasnya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











