PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dari kelompok 14 menggelar kegiatan sosialisasi literasi di Aula Kantor Desa Gunungsari, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan ini mengusung tema “Edukasi Literasi sebagai Upaya Membangun Generasi Emas Indonesia” dan bertujuan mengajak masyarakat desa untuk lebih peduli terhadap pentingnya budaya literasi.
KKM ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kepala Desa Gunungsari, para guru, kader dan anggota PKK, Ketua Karang Taruna, perwakilan RT/RW, hingga siswa-siswi dari SDN Gunungsari 1 dan 2. Hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan Sakinah Haryati yang turut menjadi narasumber bersama Dwi Ratnasari.
Sosialisasi berlangsung dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Para mahasiswa menghadirkan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi literasi yang mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang usia. Sesi tanya jawab pun turut menyemarakkan kegiatan dan mendorong partisipasi aktif dari warga.
Dalam pemaparannya, Sakinah menegaskan bahwa literasi merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi bekal penting dalam membentuk generasi masa depan yang cerdas. “Harapannya, kegiatan ini bisa menumbuhkan budaya literasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga memahami informasi, berpikir kritis, dan aktif dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak sekolah, khususnya SDN Gunungsari 1 dan 2. Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKM disambut baik dan memberikan dampak positif bagi para siswa. “Saya sangat bahagia karena kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh pihak sekolah. Mahasiswa KKM bisa langsung berinteraksi dan menginspirasi siswa-siswi di lapangan,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran literasi di Desa Gunungsari, serta mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan di lingkungan desa. (*)
Editor: Mastur Huda











