PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perkumpulan Boedak Saung Barokah Putra Mandiri (PBSBPM) bersama Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten peduli terhadap kelestarian terumbu karang di Provinsi Banten. Bentuk kepedulian dilakukan oleh PBSBPM dan FPTK bukan hanya sekedar lisan tetapi dibuktikan dengan melakukan penanaman bibit/fragmen karang hasil transplantasi di perairan Banten.
Salah satu lokasi saat ini menjadi sasaran ialah Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Salah satu perairan yang terumbu karangnya mengalami kerusakan pasca bencana tsunami pada tahun 2018 lalu.
Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung, Mardiana Tirtalaksana mengatakan, hancurnya terumbu karang dan biota laut lainnya di sepanjang Pantai Selat Sunda, pasca peristiwa tsunami tahun 2018 silam di Kabupaten Pandeglang, menimbulkan keprihatinan.
“Oleh karena itu kami bertekad untuk terlibat dalam pelestarian terumbu karang. Bersama FPTK untuk melakukan transplantasi karang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 24 Agustus 2025.
Salah satu lokasi menjadi sasaran penyebaran transplantasi karang ialah Pulau Liwungan.
“Kami ingin kembali memulihkan terumbu karang di Pulau Liwungan,” katanya.
Upaya pemulihan ini dilakukan karena anfaat terumbu karang sangatlah besar dan luas. Mencakup fungsi ekologis sebagai habitat dan sumber makanan bagi biota laut, fungsi ekonomi melalui perikanan dan pariwisata bahari, serta fungsi perlindungan pesisir dari erosi dan ancaman badai.
“Bagi kami di Boedak Saung, kegiatan ini sangat positif dan maslahat untuk keberlangsungan kehidupan manusia dan biota laut yang ada di dalamnya. InsyaAllah, kami siap bersinergi dengan FPTK Banten untuk terus melanjutkan melalui program Gerbang Terang (Gerakan Membangun Terumbu Karang-red),” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











