SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perkembangan pariwisata dan budaya di Banten juga menjadi perhatian Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Banten. Untuk melestarikan wisata budaya di Banten, IAD Wilayah Banten menggelar acara bertajuk Wisata Budaya pada pekan lalu.
Ada dua objek wisata yang dikunjungi pengurus dan anggota IAD Wilayah Banten. Yakni, Keraton Kaibon di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dan Pusat Batik Banten Mukarnas di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Wisata Budaya anggota istri jaksa ini dipimpin langsung Ketua IAD Wilayah Banten Winda Siswanto. Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Linda Rohyati Fatimah ikut mendampingi rombongan IAD Wilayah Banten.
Winda Siswanto mengatakan, Wisata Budaya merupakan program kerja Bidang Sosial Budaya IAD Wilayah Banten. “Maksud dan tujuan kegiatan kami ini sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian wisata dan budaya Banten. Kami sangat perlu mengetahui apa saja wisata dan budaya yang ada di Banten. Sehingga pada saat ada kegiatan nasional IAD, kami bisa menjelaskan atau bercerita kepada sesama anggota IAD seluruh Indonesia bahwa Banten memiliki wisata dan budaya yang sangat sayang tidak mereka kunjungi,” katanya.
Keraton Kaibon menjadi tujuan, menurut Winda, karena memiliki andil sejarah panjang pembentukan Provinsi Banten. Keraton peninggalan Kesultanan Banten itu dibangun tahun 1815 oleh Sultan Syafiudin.
Keraton Kaibon dibangun untuk ibunda Sultan Syafiudin, Ratu Aisyah. Arsitektur keraton ini merupakan perpaduan budaya Jawa, Tionghoa, dan Eropa.
“Memang di internet sudah ada ulasan tentang Keraton Kaibon. Tapi akan lebih menarik lagi kalau dikunjungi langsung. Begitu juga dengan Batik Banten Mukarnas. Orang luar Banten mungkin tidak banyak yang tahu kalau Batik Mukarnas sudah ada lebih dari 120 motif. Ini yang perlu kita dorong pengembangannya,” ujar Winda.
Dorongan dari IAD diharapkan mampu memberikan semangat kepada instansi terkait dan para pelaku periwisata untuk terus mengembangkan kreativitasnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Banten Linda Rohyati Fatimah menyatakan, kehadiran IAD Wilayah Banten akan menjadi energi positif bagi pengembangan periwisata di Banten. “Kunjungan ini sangat penting untuk memperkenalkan potensi wisata Banten,” ucapnya.
“Harapan kami, Batik Banten bisa menjadi daya tarik yang meningkatkan ekonomi masyarakat. Saran yang disampaikan akan kami tindak lanjuti dengan meningkatkan pelayanan agar wisata budaya semakin berkembang. Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen, termasuk IAD harus terus diperkuat. Upaya ini tidak hanya mengangkat ciri khas budaya, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi kerakyatan,” tutup Linda. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











