SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Banten Winda Siswanto mengatakan, anggota IAD tidak hanya harus menjalankan roda organisasi dengan baik dan profesional, tapi juga dituntut produktif melahirkan kegiatan positif dan bermanfaat. Itu sebabnya, IAD Wilayah Banten memberikan pelatian keterampilan membuat buket snack dan pengharum pakaian kepada anggotanya.
Pelatihan membuat buket ini diberikan bersamaan dengan pertemuan rutin bulanan di Aula Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, pekan lalu.
“Selain menjalankan tugas pokok IAD yang telah tersusun dalam program kerja, kita juga harus melahirkan inovasi-inovasi guna meningkatkan produktifitas positif. Kalau hari-hari dipenuhi dengan kegiatan positif, maka tidak ada celah atau waktu untuk kita melakukan hal yang negatif,” kata Winda.
Winda menambahkan, dengan keterampilan tersebut, anggota IAD diharapkan bisa mempraktikkannya di lingkungan tempat tinggalnya. “Sehingga terjadi kegiatan positif yang bermanfaat, dan pastinya akan berdampak terhadap ekonomi. Pelatihan seperti yang kami gelar ini sangat menjanjikan. Buket bunga, buket snack, dan buket-buket lainnya kan banyak digunakan orang sebagai hadiah di momen-momen tertentu. Seperti ulang tahun, wisuda, pelantikan, dan lain sebagainya. Tidak menutup kemungkinan, kalau diseriusin akan berdampak terhadap ekonomi,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris IAD Wilayah Banten Erni Alamsyah menyatakan, pertemuan rutin IAD digunakan untuk mengevaluasi kinerja organisasi dan perilaku anggotanya. “Anggota harus menyadari dan menjaga marwah organisasi IAD. Peran anggota IAD bukan hanya sebatas pendamping saja, tapi lebih dari itu. Ketua selalu menekankan kepada seluruh anggota IAD Wilayah Banten untuk menjaga diri di manapun berada,” tuturnya.
Erni juga mengingatkan arahan Ketua Umum IAD Pusat, agar anggota IAD bisa menjaga lisan dan kontrol dalam menggunakan media sosial (medsos). “Hati-hati dalam bermedsos. Gunakan medsos untuk hal-hal positif,” imbaunya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











