• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Diprotes Warga, Jalur Pendakian Gunung Pulosari Pandeglang Ditutup Sementara

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Jumat, 17 Oktober 2025 19:43
in Berita Utama, Pandeglang, Sosial Budaya
Diprotes Warga, Jalur Pendakian Gunung Pulosari Pandeglang Ditutup Sementara

Sejumlah warga dan pihak Perum Perhutani BKPH Pandeglang melakukan musyawarah di kantor Perhutani BKPH Pandeglang menindaklanjuti desakan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Pulosari. / Moch Madani Prasetia

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jalur pendakian Gunung Pulosari di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, dinonaktifkan sementara. Penutupan ini dilakukan menyusul desakan warga yang menilai aktivitas pendakian menimbulkan kerusakan lingkungan.

Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah antara masyarakat dengan Perum Perhutani BKPH Pandeglang. Jalur pendakian akan ditutup sementara hingga adanya kebijakan baru dari pihak terkait.

RelatedPosts

Beasiswa ke Jepang

Beasiswa ke Jepang Dibuka bagi Pemuda Desa di Kabupaten Serang

Senin, 2 November 2026 17:59
anak tidak sekolah tingkat SD

Dindikpora Pandeglang: Validasi Data Anak Tidak Sekolah Jenjang SD Akurat

Senin, 2 November 2026 17:49
PHK pekerja PT PWI 6

PWI 6 PHK 1.100 Pekerja, Anggota DPRD Banten: Usut Dugaan Gangguan Perusahaan

Senin, 2 November 2026 17:43
DPRD Pandeglang apresiasi penyitaan aset koruptor

Jaksa Sita Aset Koruptor Rp 7,5 Miliar, DPRD Pandeglang Berikan Apresiasi

Senin, 2 November 2026 17:38

Sejumlah warga dari beberapa desa terdampak mendatangi Kantor Perhutani BKPH Pandeglang pada Jumat, 17 Oktober 2025, untuk menghadiri pertemuan yang membahas keputusan penutupan tersebut.

Berdasarkan surat yang diterima Radar Banten, langkah ini merupakan tindak lanjut dari laporan Basecamp Sisi Sungai Nomor 22/ADUAN/SISISUNGAI/16/2025 tertanggal 16 Oktober 2025. Dalam laporan itu, Paguyuban Masyarakat Peduli Lingkungan (PMPL) menyoroti dugaan perusakan hutan dan meminta agar pendakian ke Gunung Pulosari dihentikan sementara.

Sekretaris Jenderal Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu Banten, Muhamad Sirojudin Alawi, mengatakan penutupan dilakukan karena kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi alam Gunung Pulosari yang semakin memprihatinkan.

“Poin-poin aspirasi masyarakat ini muncul karena kekhawatiran mereka. Selama jalur pendakian dibuka, sama sekali tidak ada evaluasi baik dari pengelola maupun Perhutani,” ungkapnya.

Menurutnya, keresahan warga cukup beralasan. Selain kerusakan alam yang makin parah, masyarakat juga khawatir akan potensi longsor di musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2025.

“Harapan masyarakat sangat beralasan, karena Pulosari sudah mengalami dampak kerusakan. Jalur pendakian makin luas, curah hujan tinggi, dan ini bisa berdampak langsung pada warga di bawahnya,” katanya.

Sirojudin menjelaskan, hasil musyawarah antara masyarakat, tokoh agama, dan Perhutani menyepakati penutupan sementara pendakian hingga Desember 2025. Langkah ini diambil sebelum kewenangan pengelolaan kawasan dialihkan ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Semua desa sepakat untuk menutup sementara. Jalur pendakian ini melibatkan tiga kecamatan, yaitu Mandalawangi, Pulosari, dan Saketi. Dari pihak Perhutani pun sudah final untuk ditutup,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar KLH tidak gegabah membuka kembali jalur pendakian tanpa mempertimbangkan izin lingkungan dan aspirasi masyarakat.

“KLH harus duduk bersama masyarakat. Kebijakan terkait alam harus melalui izin lingkungan. Jangan sekonyong-konyong investor dimasukkan tanpa izin. Kalau terjadi sesuatu, tanggung jawabnya besar bagi daerah,” tegasnya.

Selain faktor lingkungan, masyarakat juga menyoroti perilaku sebagian pendaki yang dianggap tidak menghormati kawasan sakral, termasuk tindakan tidak pantas di area perkemahan.

“Kekhawatiran itu wajar. Kita tidak boleh suudzon, tapi pencegahan tetap harus dilakukan agar kawasan tetap terjaga,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Teknik Kehutanan BKPH Pandeglang, Yayat Hendrawiyatna, mengatakan meski warga sempat meminta penutupan total, hasil musyawarah menetapkan kebijakan penonaktifan sementara.

“Ya, masyarakat memang meminta agar pendakian ditutup sementara. Tapi hasil musyawarah tadi bukan ditutup permanen, melainkan dinonaktifkan dulu sampai semua kepentingan dan agenda terkait kawasan itu diselesaikan,” kata Yayat.

Menurutnya, keputusan ini diambil untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat serta menjaga kelestarian hutan di kawasan Gunung Pulosari.

“Hasil kesepakatan ada tiga poin utama. Pertama, semua jalur pendakian dinonaktifkan sementara hingga akhir tahun. Kedua, menjaga kondusivitas agar tidak terjadi konflik sosial. Ketiga, melakukan evaluasi terhadap dampak lingkungan serta aktivitas masyarakat di kawasan Gunung Pulosari,” jelasnya.

Yayat menambahkan, jalur pendakian yang ditutup berada di empat desa, yakni Desa Cikoneng, Desa Pandat, Desa Cilentung, dan Desa Pari — mencakup dua kecamatan, Mandalawangi dan Pulosari.

“Dari dua kecamatan ini, semua kepala desa sudah sepakat. Begitu juga dengan aparat setempat, seperti Kapolsek Pulosari dan perwakilan dari Mandalawangi. Semua pihak mendukung langkah ini,” ujarnya.

Selama masa penutupan, Perhutani bersama BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta tim teknis lainnya akan melakukan evaluasi kondisi jalur dan lingkungan Gunung Pulosari.

“Sampai akhir Desember nanti, kami akan turun langsung ke lapangan bersama tim teknis untuk mengevaluasi kondisi jalur, memonitor dampak lingkungan, serta merumuskan langkah pengelolaan selanjutnya,” katanya.

Yayat menegaskan, keputusan ini bukan melarang wisata, melainkan menjaga kelestarian alam.

“Kami mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk mematuhi keputusan ini. Tujuannya bukan melarang wisata, tapi menjaga agar sumber daya hutan tetap aman, lestari, dan tidak menimbulkan bencana di kemudian hari,” tegasnya.

Reporter: Moch Madani Prasetia

Tags: BantenBKPH PandeglangGunung PulosariJalur pendakiankabupaten pandeglangPandeglangpenonaktifan sementaraPerhutaniWarga
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Petugas Lapas Kelas IIA Serang Gagalkan Penyelundupan 22 Paket Sabu di Dalam Telur Dadar

Next Post

Pengurus Baznas dan LPTQ Kabupaten Tangerang Periode 2025–2030 Resmi Dilantik

Next Post
Pengurus Baznas dan LPTQ Kabupaten Tangerang Periode 2025–2030 Resmi Dilantik

Pengurus Baznas dan LPTQ Kabupaten Tangerang Periode 2025–2030 Resmi Dilantik

Anggota Fraksi PDIP Ari Muhtadi

Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi PDI Perjuangan Ari Muhtadi, Putra Daerah yang Ingin Bangun Tanah Kelahiran Lewat Jalur Politik

Minggu, 1 November 2026 18:08
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Besok, Pemkot Cilegon Mulai Proses Rotasi Mutasi untuk Isi Tujuh Jabatan Eselon II

Minggu, 1 November 2026 13:45
Jonatan Christie final Hylo Open 2026

Jonatan Christie dan Tiwi/Fadia Lolos ke Final Hylo Open 2026, Indonesia Amankan Dua Tiket

Minggu, 1 November 2026 09:20
Tiket Kereta Jarak Jauh

Pemesanan Tiket Kereta Jarak Jauh Dibuka, KAI Ajak Warga Rangkasbitung Rencanakan Perjalanan

Minggu, 1 November 2026 13:49
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Begini Tahapan Pengisian Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon Melalui Manajemen Talenta

Minggu, 1 November 2026 14:08
Operasi Patuh Maung 2026

Hari Ketujuh Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Sasar Pasar Lama dan Rutan Serang

Minggu, 1 November 2026 12:05
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Wakil Ketua DPRD Cilegon Minta Proses Rotasi Mutasi ASN Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 1 November 2026 14:12

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Beasiswa ke Jepang

Beasiswa ke Jepang Dibuka bagi Pemuda Desa di Kabupaten Serang

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 2 November 2026 17:59
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kementerian Desa dan Pengembangan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten...

PB Mathla’ul Anwar

PB Mathla’ul Anwar Minta Kapolri Usut Dugaan Pelanggaran Prosedur Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo

by Aas Arbi
Senin, 2 November 2026 17:56
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) meminta Kapolri mengusut tuntas dugaan pelanggaran prosedur dalam penggeledahan Pesantren Tahfiz...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.