SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah memberikan warning atau peringatan keras kepada para direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Banten untuk tidak korupsi dan melakukan manipulasi data.
Dimyati bercerita saat melakukan pemeriksaan terhadap neraca keuangan salah satu BUMD, dalam neraca itu, ia hampir dikibuli. Bahwa, BUMD itu mengklaim untung, padahal mereka hanya melakukan manipulasi data. “Jadi piutangnya tadi dikedepankan, utangnya dikelakanin, diitungnya nanti. Jangan seperti ini,”ujar Dimyati.
Dikatakannya, BUMD harus dikelola secara transparan, termasuk dalam pelaporan keuangan. Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan kondisi real bisnis, tidak ada manipulasi yang hanya untuk mempercantik laporan. Atau ‘jangan asal papa senang’, dalam artian laporan bagus dihadapan pimpinan daerah, namun keadaan aslinya sebaliknya.
“Jangan coba-coba main memanipulasi, nipu-nipu wakil gubernur karena hapal persis,”warningnya.
Menurutnya, BUMD harus dikelola dengan baik, transparan dan tentunya mempunyai alur bisnis yang jelas. Apalagi, menginggat kapital aset dan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah.
Jika BUMD berjalan dengan baik, Dimyati dengan lantang siap memberikan dukungan baik itu penyertaan modal melalui APBD maupun skema pemberian aset atau inberng. Namun, jika sebaliknya, secara tegas pihaknya akan membubarkan BUMD tersebut.
Editor: Bayu Mulyana











