LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Komunitas Masyarakat Peduli Anti Korupsi (Kompak) Kabupaten Lebak menyoroti proyek rehabilitasi irigasi di Lebak Selatan.
Proyek rehabilitasi irigasi dengan nilai Rp136 miliar tersebut dilaksanakan PT Waskita Karya (Persero). Adapun lokasi pekerjaan proyek tersebut, yakni Daerah Irigasi (DI) Cibinuangeun, DI Cisiih, dan DI Cibanten.
Aktivis Kompak Kabupaten Lebak Nurul Huda menyatakan, proyek bernilai ratusan miliar tersebut harus dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai, di lapangan pekerjaan asal-asalan, sehingga dapat merugikan keuangan negara.
“Kita akan awasi dan pantau pekerjaan proyek rehabilitasi irigasi tersebut. Sehingga hasilnya berkualitas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh para petani di Lebak Selatan,” kata Nurul Huda kepada Radar Banten, Jumat 12 Desember 2025.
Dikatakan Nurul Huda, proyek rehabilitasi ratusan miliar tersebut bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Jika pekerjaannya asal jadi, maka Kompak tidak akan segan melaporkan pelaksana pembangunan kepada aparat penegak hukum.
“Dalam waktu dekat, kita akan datangi Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk mempertanyakan progres pembangunan dan temuan kami di lapangan,” ungkapnya.
Aktivis Pemuda Muhamadiyah Lebak ini mengaku, mendukung program pemerintah pusat yang dilaksanakan di Lebak. Kucuran dana miliaran rupiah tersebut diyakini akan memberikan pengaruh positif terhadap produktifitas pertanian di Bumi Multatuli.
“Kita mendukung program ini. Karenanya, kita akan awasi dan terus pantau proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut. Jangan sampai jadi ajang bancakan,” tegasnya.
Editor: Mastur Huda











