SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendbud) meninjau langsung pelaksanaan Program Kota Serang Mengaji di lingkungan sekolah.
Peninjauan dilakukan di SMPN 1 Kota Serang, Senin, 15 Desember 2025. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Serang Budi Rustandi hadir didampingi Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri.
Keduanya turut melaksanakan kegiatan mengaji Surah Ali Imran bersama para siswa kelas IX.
Wali Kota Serang H. Budi Rustandi mengatakan, kegiatan membaca Al-Qur’an atau mengaji memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian siswa yang berakhlakul karimah serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Rutinitas mengaji ini tentu memberikan dampak positif, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta, membaca Al-Qur’an juga menjadi perisai dari perbuatan-perbuatan negatif,” kata Budi.
Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari orang tua, dewan guru, hingga para siswa, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan Program Kota Serang Mengaji.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh orang tua, dewan guru, dan para siswa yang ada di Kota Serang untuk ikut mengaji dalam Program Serang Mengaji,” ucapnya.
Budi juga menjelaskan Pemkot Serang telah bekerja sama dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) dalam merealisasikan program tersebut di seluruh satuan pendidikan.
“Relawan Al-Qur’an dari BWA nantinya akan mensupport program mengaji di seluruh tingkatan,” jelasnya.
Budi mengungkapkan, dari sekitar 6.800 murid yang ada di Kota Serang, masih terdapat sekitar 10 persen atau sebanyak 899 siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid.
“Ini menjadi PR bersama dan harus terus kita kejar agar semua siswa bisa membaca Al-Qur’an sesuai kaidah-kaidah ilmu tajwid, sehingga ke depan tidak ada lagi buta aksara Al-Qur’an di Kota Serang,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Serang akan memfasilitasi siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an melalui sistem pembelajaran khusus.
“Nanti kita fasilitasi untuk yang belum bisa baca Al-Qur’an dengan sistem private, bisa online maupun offline. Kita buat semacam ruang guru ngaji khusus,” jelas Budi.
Editor: Bayu Mulyana











