TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Satlantas Polresta Tangerang mencatat sebanyak 20 kejadian kecelakaan lalu lintas (KKL) yang melibatkan truk tanah sepanjang tahun 2025 di wilayah hukumnya.
Dimana, korban yang terlibat mengalami berbagai tingkat cedera, mulai dari luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia.
Meskipun jumlahnya cukup signifikan, angka kasus tahun ini turun drastis dibanding tahun sebelumnya.
“Dari awal tahun hingga Desember ini sudah ada 20 kejadian. Tapi memang trennya menurun dibanding tahun lalu yah,” ujar Kanit Gakum Satlantas Polresta Tangerang, Ipda Irruandy Aritonang kepada wartawan, Selasa 16 Desember 2025.
Dikatakan Aritonang, sebagian besar pada kasus tersebut juga ditangani melalui restoratif justice atau jalan damai.
Hanya sekitar enam hingga tujuh kasus yang berkembang hingga sopir armada menjadi tersangka.
Dirinya menerangkan bahwa, kalau dilihat dari waktu terjadinya, sebagian besar kecelakaan terjadi pada malam hari dengan penyebab utama seperti kendaraan yang gagal rem dan pengendara sepeda motor yang terjatuh sebelum masuk kolong truk tambang.
“Jadi, ketika di TKP kami juga langsung hubungi pihak armada, dan korban segera dibawa ke rumah sakit dengan bantuan biaya pengobatan dari pihak usaha truk. Dan dari pihak korban dan sopir selalu melakukan musyawarah untuk menyelesaikannya dengan jalan damai,” ucap Aritonang.
Tentang kelayakan sopir truk tanah, dirinya memastikan bahwa semua telah memiliki SIM yang sah.
“Pertama kali yang kita amankan adalah surat kendaraan, KTP, dan SIM dan itu semuanya lengkap,” ungkapnya.
Mengenai rawan laka akibat truk tanah yang banyak melintas, kepolisian telah melakukan sosialisasi keselamatan yang cukup masif kepada pengendara dan pengguna jalan.
Alhasil, pelanggaran masih sering ditemukan, seperti pengendara yang tidak memakai helm terutama anak-anak muda dan anak sekolah yang dikantar orang tua.
“Kesadaran masyarakat tentang keselamatan berlalu lintas memang terlihat berkurang.” katanya.
Dia juga berharap, kepada masyarakat luas untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman.
“Mari kita jadikan ‘polisi di dalam diri’ masing-masing dan jaga keselamatan bersama,” tukasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











