“Kakek saya itu Kiai, uwa-uwa saja itu pada punya pesantren. Jadi mengajar ngaji ini sulit untuk saya lepaskan karen sudah menyatu dengan jiwa saya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Yanti juga mengungkapkan beberapa alasan dirinya tetap meluangkan waktu di tengah aktivitas kepartaian hingga di DPRD Kabupaten Serang.
“Saya berat meninggalkannya (mengajar ngaji-red). Saya merasa punya tanggungjawab, sudah menyatu dengan jiwa saya. Terus ibu-ibu sini juga bilang anak-anak mereka cuma ingin mengaji dengan saya,” ungkap perempuan yang pernah menjadi karyawan apotek ini.
Selain itu, amal zariyah dari mengajar ngaji dan pesan orang tua dan uwa-uwanya juga jadi alsan kuat dirinya tetap melakukan aktivitas itu.
Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Serang yang terkadang harus ke luar kota untuk Kunjungan Kerja. Ia tetap tak ingin meninggalkan aktivitas itu hingga meminta bantuan ibu mertuanya.
“Alhamdulillah selama ini masih bisa, meskipun ada yang bolong saat saya ke luar kota. Tapi anak-anak tidak diliburkan karena ada mertua saya (ikut mengajar ngaji-red),” ungkapnya.
Alasan Terjun Politik
Perempuan beranak tiga ini juga bereksempatan menceritakan alasan di balik dirinya memutuskan terjun ke politik dan menjadi anggota Dewan.
Semua berawal dari permintaan keluarga besarnya. Ia sempat menolak permintaan itu lantaran dirinya sudah menjadi guru ngaji hingga aktivitas di Kader PKK.
“Saya enggak mau, karna hidup saya sudah nyaman begini. Tapi mamah saya bilang kalau sekarang kamu bermanfaat untuk komplek saja, tapi kalau anggota Dewan bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak,” tutur peremupan yang hobi membaca ini.
Permintaan keluarga untuk dirinya menjadi mencalonkan diri sebagai Caleg PAN saat itu berlangsung pada bulan Ramadan. Ia tak langsung menerimanya dan menyebut izin dari sang ibunda dan suami sebagai syarat mutlak.
“Saat halal bihalal saya ditanya lagi. Saya bilang, saya mau nyalon kalau diizinkan oleh dua orang, ibu dan suami saya,” katanya mengenang perjalanan politiknya.
Berkat restu ibunda dan suami, ia pun akhirnya menjadi salah satu anggota DPRD Kabupaten Serang. “Awalnya saya enggak pengen jadi Dewan, enggak niat. Tapi saya doa ya Allah kalau saya bisa bermanfaat untuk banyak orang mudahkanlah,” tuturnya.
Kini, Yanti sudah menjadi bagian dari DPRD Kabupaten Serang, tepatnya sebagai anggota Komisi II. Mengurusi aspirasi seputar pendidikan, Kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan.
“Saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya yang jadi kewenangan komisi II,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











