CIKEUSIK – Sejumlah warga Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, merasa kecewa lantaran usulan perbaikan jalan sepanjang tujuh kilometer tidak pernah digubris oleh Pemkab Pandeglang. Selain tidak beraspal alias tinggal tanah, jalan yang sudah berumur 20 tahun itu belum pernah diperbaiki oleh Pemkab Pandeglang.
Seperti yang dikeluhkan Intan Permatasari, warga Kampung Cikujang, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik. Kata dia, akitivitasnya kerap terganggu dengan kondisi tersebut. Soalnya, waktu tempuh dari rumah hingga ke tempat kerja sampai setengah jam. “Jalannya sudah lama rusak, sejak saya kecil belum pernah dibenerin. Setiap kerja pasti suka kesiangan, padahal jarak dari rumah ke tempat kerja enggak jauh-jauh amat,” katanya di pinggir ruas jalan Desa Tanjungan, kemarin.
Guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tanjungan itu menerangkan, kondisi jalan bisa sangat licin saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah agar segera memperbaiki kerusakan jalan di kampungnya. “Kami hanya ingin agar jalan ini dibenerin. Kalau dibiarkan, kerusakannya bisa semakin parah. Mudah-mudahan pemerintah mendengar keluhan yang kami sampaikan ini, kami hanya ingin agar jalan ini dibenerin,” katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjungan Yani Ahyani mengaku bahwa pihak desa sudah sering mengajukan permohonan perbaikan jalan. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi atas usulan yang disampaikan tersebut. “Usulan perbaikan mah sudah sering disampaikan, Pak. Tapi ya bagaimana, sampai sekarang belum ada realisasinya, padahal dengan jalan yang bagus perekonomian masyarakat bisa membaik,” katanya.
Ahyani menceritakan, jalan rusak tersebut mengakibatkan potensi pariwisata di Desa Tanjungan tidak bisa dioptimalkan. Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah membangun jalan di Desa Tanjungan, karena bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Potensi wisata di sini sangat banyak, khususnya wisata pantai. Nah, bagaimana bisa kita mengoptimalkan potensi yang ada ini, apabila sarana dan prasarana penunjangnya saja tidak diperhatikan oleh pemerintah? Seperti jalan ini, yang sudah 20 tahun belum diperbaiki,” katanya.
Dihubungi melalui telepon genggam, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang Anwari Husnira mengaku, instansinya akan melakukan perbaikan jalan tersebut pada tahun ini. Selain itu, lanjutnya, PUPR juga sedang melakukan perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Cikeusik. “Pokoknya tahun ini kita perbaiki jalan di wilayah Cikeusik. Kalau jalan di Desa Tanjungan itu tidak bisa diperbaiki tahun ini, paling kita lakukan di tahun 2018 nanti,” katanya. (Adib F/Radar Banten)










