SERANG – Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Tri Widianto babak belur dihajar sekelompok preman, Rabu (12/9) dini hari. Anggota Polsek Cikande itu dihujani bogem lantaran berusaha melerai keributan di Wisma Carity, Kampung Malang, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Pengeroyokan itu bermula dari kedatangan puluhan orang lelaki ke penginapan tersebut. Mereka memesan kamar untuk menginap. Saat resepsionis meminta pembayaran uang sewa lebih dahulu, puluhan lelaki itu justru meminta gratis.
“Kejadiannya sekira jam 00.15 WIB. Mereka datang pesan kamar selama satu jam. Tarifnya Rp250 ribu. Mereka enggak mau bayar, minta gratis. Katanya, kenal sama pemilik. Sama resepsionis, silakan dihubungi. Mereka malah ngamuk,” kata pegawai administrasi wisma bernama Yuliana melalui ponsel-nya, Rabu (12/9).
Meja resepsionis jadi sasaran emosi. Puluhan lelaki yang menggunakan atribut salah satu organisasi swadaya masyarakat itu juga merusak kaca ruangan resepsionis. “Resepsionis itu dipukulin. Luka di wajah sama tangan,” kata Yuliana.
Keributan itu mengundang perhatian Tri Widianto. Anggota Lantas Polsek Cikande yang sedang beristirahat di penginapan itu mendatangi meja resepsionis dan berusaha melerai. “Kebetulan ada Pak Polisi yang lagi istirahat di situ. Nanya, ada apa ribut-ribut. Eh malah, mereka mukulin,” kata Yuliana.
Tri Widianto kemudian kembali menuju kamarnya. Berbekal senjata tajam gerombolan preman itu mengejar korban. Mereka makin berani memukuli korban. Bahkan, saat korban mengaku sebagai personel kepolisian, sekelompok preman itu makin emosi memukuli korban. “Kata mereka, saya tidak takut sama polisi. Pak Polisi-nya mau masuk kamar, malah dikejar dan kembali dipukuli,” ungkap Yuliana.
Setelah puas mengeroyok korban, puluhan preman itu merusak sejumlah fasilitas wisma dan kabur meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. “Barang-barang dihancurin. Mereka pergi dari wisma pakai motor,” kata Yulina.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cikande Kompol Kosasih membenarkan insiden pengeroyokan anggotanya tersebut. Dalam kasus itu, pihaknya juga sudah mengamankan sedikitnya empat orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. “Satu jam setelah kejadian, empat orang kita amankan,” kata Kosasih.
Menurut Kosasih, para pelaku sudah beberapa kali melakukan perbuatan yang sama. Sedikitnya pelaku sudah tiga kali dilaporkan melakukan penganiayaan. “Mereka pernah menganiaya tukang parkir, pekerja proyek. Total ada tiga laporan yang masuk. Mereka biasanya setelah berbuat melarikan diri,” kata Kosasih.
Polisi masih memburu para pelaku lain yang masih kabur. Para pelaku diminta segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas. “Saya berjanji dalam 24 jam ini mereka kita tangkap semua karena sudah cukup meresahkan,” kata Kosasih. (Merwanda/RBG)









