slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Tiga Layanan Dasar Masih Dikeluhkan

Redaksi by Redaksi
02-12-2019 09:46:23
in Berita Utama, Umum
Tiga Layanan Dasar Masih Dikeluhkan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Tiga layanan dasar, yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masih banyak dikeluhkan masyarakat saat anggota DPRD Banten menjalani reses masa sidang pertama 2019. Sejak tanggal 20 hingga 29 November 2019, mereka turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Wakil Ketua DPRD Banten Nawa Said Dimyati misalnya, memanfaatkan masa reses untuk melihat kondisi sosial masyarakat di dapilnya Kabupaten Tangerang yang meliputi Kecamatan Kresek, Kronjo, Mauk, Kemiri, Sukadiri, Rajeg. Lalu, Pasar Kemis, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, Sepatan, Sukamulya, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Gunungkaler, dan Mekarbaru.

Baca Juga :

Jabat Plt DPD Golkar Cilegon, Ratu Amalia Pastikan Program Partai Tetap Berjalan

NasDem Minta Pemprov Banten Cari Sumber PAD Baru, Jangan Bergantung pada Pajak Kendaraan Bermotor

DPRD Banten Soroti Efisiensi Anggaran, Singgung Dampak Ekonomi dan Mobil Listrik

Gerindra Banten Kawal Koperasi Merah Putih, Taufiq Hidayat Tekankan Dampak Nyata bagi Warga Desa

“Ada beberapa hal yang dikeluhkan masyarakat terkait layanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Itu semua telah saya catat untuk dilaporkan ke Pemprov Banten,” ujarnya, kemarin.          

Selama reses, ia tidak hanya mendapatkan masukan dari masyarakat, tetapi mendapatkan banyak temuan di lapangan, mulai dari lingkungan masyarakat hingga persoalan dana desa. “Saya sempat menanam bibit pohon mangrove bersama warga di Kecamatan Pakuhaji. Saya juga meninjau sejumlah jalan desa serta mendatangi warga yang membutuhkan bantuan di Gunungkaler,” ujarnya.

Politikus Demokrat itu mengaku, reses perdana sebagai pimpinan DPRD Banten melakukan tiga hal. Pertama, menyampaikan informasi program Pemprov Banten. Sebab, DPRD Banten bagian dari penyelenggara pemerintahan di daerah. Kedua, meminta saran dan masukan dari masyarakat, sebab program pembangunan yang dilakukan Pemprov dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketiga, melihat kondisi sosial masyarakat sehingga bisa memperjuangkan hak-hak rakyat yang belum dipenuhi oleh pemerintah.

“Dengan tiga hal ini, masyarakat menjadi tahu mana hak dan kewajibannya,” tegasnya.

Persoalan infrastruktur banyak dikeluhkan saat Wakil Ketua DPRD Banten Budi Prajogo turun ke dapil Banten VII Kota Tangerang Selatan. “Masyarakat Kota Tangsel banyak yang mengeluhkan banjir, akibat gorong-gorong jalan provinsi tidak sebagaimana mestinya,” tutur Budi.

Kata dia, di Kecamatan Ciputat, tepatnya di Kelurahan Serua, warga mengeluhkan banjir di lingkungan mereka. “Banjir disebabkan jalan provinsi yang melalui Kampung Bulak kondisinya memprihatinkan sehingga harus segera diperbaiki agar tidak menjadi penyebab banjir di musim penghujan,” ujarnya.

Selain persoalan banjir, lanjut Budi, aspirasi warga Kota Tangsel mayoritas terkait kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan. Warga mengaku keberatan dengan kenaikan tarif.

“Warga minta kenaikan BPJS Kesehatan dibatalkan karena memberatkan beban keluarga. Terutama warga Kota Tangsel yang menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri,” paparnya.

Ia menambahkan, kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan hingga seratus persen memberatkan bagi peserta mandiri yang memiliki keluarga besar. “Untuk kepala keluarga (KK) yang memiliki banyak anak. Tarif iuran baru sangat memberatkan,” ujarnya.

Permasalahan banjir juga dijumpai Muhammad Faisal, anggota DPRD Banten Fraksi Golkar saat reses. “Permasalahan masyarakat perumahan adalah banjir dari Kali Sabi yang tidak pernah tuntas karena di hilir desa Legok dan Kelurahan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang banyak perumahan berdiri. Di hulunya, Kota Tangerang menyempit tidak menaati garis sepadan sungai. Solusinya harus ada kerja sama walikota Tangerang dan bupati Tangerang untuk sodet Kali Sabi ke Sungai Cisadane,” ungkap anggota Komisi I DPRD Banten itu.

Sementara anggota DPRD Banten Fraksi Gerindra Muhammad Nizar mengatakan, saat reses banyak warga mempersoalkan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). “Jangan ada lagi sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru, itu sangat merugikan,” kata Nizar yang mengaku mendapat keluhan itu saat reses di Jatiuwung, Kota Tangerang.

Keluhan lain, yakni persoalan warga miskin di Pemprov Banten yang belum terkover BPJS. Menurutnya, ada ketidaksinkronan data warga miskin antara data BPS dengan pendataan yang dilakukan Pemprov Banten.

“Selain itu, pasien BPJS Kesehatan mengeluhkan jumlah kamar yang ada di rumah sakit milik pemda. Kita akan koordinasikan dengan pengelola rumah sakit milik daerah, saya kebetulan di Komisi V DPRD Banten akan memperjuangkan permasalahan ini,” ujar Nizar yang juga ketua Komisi V DPRD Banten.

Sementara itu, Muhlis, anggota DPRD Banten Fraksi PDIP menyatakan, berdasarkan hasil reses, masyarakat di Kecamatan Cikupa dan Curug mendambakan kehadiran SMK negeri. “Sejak Banten menjadi provinsi, belum ada SMK negeri di dua kecamatan tersebut,” ujarnya.

Salah satu program unggulan Pemprov adalah tentang pendidikan gratis untuk SMA SMK negeri. Namun sayangnya, belum semua kecamatan di kabupaten kota memiliki SMA SMK negeri sehingga kebijakan Pemprov Banten tersebut belum dirasakan oleh semua masyarakat Banten.

Muhlis yang juga ketua harian Badan Anggaran (Banggar) dari dapil Banten 3 (Kabupaten Tangerang A) langsung menyerap aspirasi masyarakat. Ia berkeliling menemui masyarakat di dapilnya selama delapan hari, mulai dari Kecamatan Balaraja, Jayanti, Tigaraksa, Jambe, Cisoka, Curug, Cikupa, Panongan, Legok, Pagedangan, Cisauk, Kelapa Dua dan Solear.

Tak hanya di dapil Tangerang Raya. Di dapil Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon permasalahan tiga layanan dasar juga mencuat. “Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti pemerintah provinsi, permasalahan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Ketika semua terpenuhi (tiga layanan dasar itu), tinggal melanjutkan dan memperbaiki pembangunan yang lain-lain,” kata Ida Rosida Lutfi, anggota DPRD Banten Fraksi PDIP.

Encop Sopia, anggota DPRD Banten Dapil Kota Serang pun menjumpainya. Pelayanan dasar masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan. Ia mencatat, infrastruktur jalan lingkungan yang banyak dikeluhkan.

“Penerangan jalan provinsi dan drainasenya, serta jalan lingkungan alternatif mulai dari kampung banyak masyarakat yang minta perlu pengerasan,” katanya.

Selain itu, ada yang mengadukan soal infrastruktur lain. Di antaranya, meminta normalisasi beberapa sungai dari Cibanten, Kaloran Kali Mati, dan Banten Girang sampai ke Kaibon.

Masalah lainnya terkait persoalan pendidikan dan BPJS Kesehatan yang iurannya naik.  “Masyarakat juga mengeluhkan soal ada sekolah negeri yang memungut bayaran dari wali murid,” katanya.

Sedangkan persoalan BPJS Kesehatan, banyak masyarakat yang tercoret dari data penerima bantuan. “Banyak masyarakat tidak mampu yang dulunya terdata, sekarang banyak dari mereka yang tidak mendapat kartu BPJS yang dibantu pemerintah daerah,” kata politikus Gerindra itu.

TAMBAH BANKEU

Meski persolan tiga layanan dasar juga menjadi aspirasi masyarakat di Kota Cilegon, anggota DPRD Banten Fraksi Gerindra Syihabudin Sidik mengaku, lebih menyoroti persoalan kecilnya bantuan keuangan (bankeu). Persoalan itu cukup berdampak untuk pembangunan di Cilegon.

“Paling prioritas adalah meningkatkan bankeu. Sampai hari ini kita melihat ada ketidakadilan karena kalau kita lihat dana yang ditransfer ke Pemprov itu dana dari bawah. Cilegon eksisting penyumbang terbesar pajak,” ujar Syihabudin.

Menurutnya, dari hasil reses dengan Pemkot Cilegon, bankeu cukup bermanfaat bagi kelangsungan pembangunan di Cilegon. Sebab, ada sejumlah proyek seperti jalan lingkar utara (JLU), alun-alun, hingga pengembangan kawasan jalan lingkar selatan.

“JLS itu sangat bermanfaat, menghubungkan Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, menuju akses wisata dan industri. Kalau memang Pemprov memiliki konsep pembangunan berdasarkan kewilayahan, seharusnya ini bisa diperhatikan,” jelasnya.

Saat ini, katanya, bankeu yang diterima Pemkot Cilegon hanya Rp45 miliar. Idealnya adalah di angka Rp100 miliar. (den-ken-air/alt/ira) 

Tags: DPRD Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemdes Panyaunganjaya Bidik Lingkungan Paling Berbunga

Next Post

Pembayaran Jaspel RSUD Banten Telat Tujuh Bulan

Related Posts

Ketua Golkar Cilegon
Cilegon

Jabat Plt DPD Golkar Cilegon, Ratu Amalia Pastikan Program Partai Tetap Berjalan

by Adam Fadillah
Senin, 25 Mei 2026 15:29

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Setelah Ratu Ati Marliati mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon dalam proses...

Read moreDetails

NasDem Minta Pemprov Banten Cari Sumber PAD Baru, Jangan Bergantung pada Pajak Kendaraan Bermotor

DPRD Banten Soroti Efisiensi Anggaran, Singgung Dampak Ekonomi dan Mobil Listrik

Gerindra Banten Kawal Koperasi Merah Putih, Taufiq Hidayat Tekankan Dampak Nyata bagi Warga Desa

Dukung Evaluasi Kinerja PPPK, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten: Harus Profesional dan Disiplin

Rakor dengan BKD, Komisi I DPRD Banten Evaluasi Serapan Anggaran Triwulan I 2026

Sidak Tambang Pasir Laut Ilegal di Lebak, Dewan Banten Ultimatum Pengusaha

Karang Taruna Pandeglang Temui Ketua Karang Taruna Banten, Ada Apa

DPRD Banten Susun Raperda Perlindungan Satuan Pendidikan, Mencegah Bullying dan Pelecehan di Sekolah

Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

Next Post
RSUD Banten Kekurangan Tenaga Perawat

Pembayaran Jaspel RSUD Banten Telat Tujuh Bulan

Pelimpahan Aset Pemkab ke Pemkot Serang Jadi Catatan BPK

Ilustrasi

Peluang Ati Kecil, Gerindra Berambisi Tantang Petahana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Banten Dapat WTP

Dapat 10 Kali WTP, Gubernur Banten: Bukan Tujuan Akhir, Pemprov Siap Benahi Tata Kelola

Senin, 25 Mei 2026 22:08
Keracunan MBG SMAN 1 Padarincang

Buntut Keracunan Siswa dan Guru SMAN 1 Padarincang, SPPG Citasuk Di-suspend

Senin, 25 Mei 2026 21:57
Ledakan PT MCCI Cilegon

DPRD Cilegon Minta DLH Turun Tangan Terkait Dugaan Insiden Ledakan di PT MCCI

Senin, 25 Mei 2026 21:27
Ledakan PT MCCI Cilegon

Insiden Ledakan di PT MCCI Cilegon, Ini Penjelasan Pihak Perusahaan

Senin, 25 Mei 2026 21:16
Kenyamanan investasi cilegon

Wawalkot Terima Kunjungan Investor Jepang di Cilegon, Tawarkan Kenyamanan Investasi

Senin, 25 Mei 2026 21:09
Sengketa lahan kadu jaya

PN Tangerang Kabulkan Gugatan Developer Terkait Sengketa Lahan di Kadu Jaya Curug Tangerang

Senin, 25 Mei 2026 20:48
Banten Dapat WTP

Dapat 10 Kali WTP, Gubernur Banten: Bukan Tujuan Akhir, Pemprov Siap Benahi Tata Kelola

Senin, 25 Mei 2026 22:08
Keracunan MBG SMAN 1 Padarincang

Buntut Keracunan Siswa dan Guru SMAN 1 Padarincang, SPPG Citasuk Di-suspend

Senin, 25 Mei 2026 21:57
Ledakan PT MCCI Cilegon

DPRD Cilegon Minta DLH Turun Tangan Terkait Dugaan Insiden Ledakan di PT MCCI

Senin, 25 Mei 2026 21:27
Ledakan PT MCCI Cilegon

Insiden Ledakan di PT MCCI Cilegon, Ini Penjelasan Pihak Perusahaan

Senin, 25 Mei 2026 21:16
Kenyamanan investasi cilegon

Wawalkot Terima Kunjungan Investor Jepang di Cilegon, Tawarkan Kenyamanan Investasi

Senin, 25 Mei 2026 21:09
Sengketa lahan kadu jaya

PN Tangerang Kabulkan Gugatan Developer Terkait Sengketa Lahan di Kadu Jaya Curug Tangerang

Senin, 25 Mei 2026 20:48

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Banten Dapat WTP

Dapat 10 Kali WTP, Gubernur Banten: Bukan Tujuan Akhir, Pemprov Siap Benahi Tata Kelola

by Yusuf Permana
Senin, 25 Mei 2026 22:08

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID  – Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah...

Keracunan MBG SMAN 1 Padarincang

Buntut Keracunan Siswa dan Guru SMAN 1 Padarincang, SPPG Citasuk Di-suspend

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 25 Mei 2026 21:57

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang disuspand buntut adanya dugaan kasus keracunan masal...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak