RANGKASBITUNG – Puluhan warga Kampung Cigelempong, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung mendatangi lokasi tambang pasir PT Pasir Alam Makmur (PAM) di Blok Ciapus Cekdeum, Selasa (2/11) Mereka menuding, tambang pasir yang dioperasikan PT PAM menjadi penyebab terjadinya banjir di Cigelempong.
“Ya, sebelum ada pembuangan ke Sungai Ciranjien, kita tidak pernah banjir separah ini,” kata Saepudin kepada wartawan.
Menurutnya, selama puluhan tahun baru kali ini terjadi banjir yang cukup besar. Dalam sepekan terakhir, sudah terjadi dua kali banjir di sini. Kondisi tersebut tentu saja merugikan masyarakat. Karena, peralatan rumah tangga dan elektronik terendam.
“Umur saya 42 tahun. Selama tinggal di sini (Cigelempong-red) belum pernah banjir seperti begini. Bukan banjir lagi, tapi inimah banjir bandang,” terangnya.
Untuk itu, masyarakat Cigelempong menuntut perusahaan tambang untuk bertanggungjawab. Mereka diminta memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang telah dirugikan. Apalagi, ada dugaan kuat, limbah tambang pasir yang dibuang ke Sungai Ciranjien menjadi penyebab utama terjadinya banjir di wilayah Nameng.
“Akibat terendam banjir barang-barang rumah tangga menjadi rusak. Pihak perusahaan harus bertanggungjawab dan segera melakukan penutupan saluran pembuangan ke Sungai Ciranjien,” harapnya.











