SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kelakat Bambu, wadah untuk memasak dimsum, asal Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang sudah masuk pasar nasional.
Kelakat bambu itu sudah terjual ke berbagai daerah mulai dari Bali, Medan, dan daerah lainnya.
Pengrajin Kelakat Bambu Desa Kadugenep Idrus mengatakan, di Desa Kadugenep ada 11 pengrajin kelakat. Setiap orangnya memproduksi 150 kelakat per minggu.
Pihaknya kerap mendapatkan order dari berbagai daerah dan perhotelan. “Alhamdulillah pemasarannya sudah sampai luar daerah, hotel-hotel di Bali, sampai Medan juga,” katanya, Jumat 11 Maret 2022 malam.
Bahkan, saat ini pihaknya sudah memanfaatkan pemasaran via online. “Kalau dari online baru sedikit, karena baru kita coba,” ujarnya.
Harga kelakat bambu yang dikerjakan manual melalui tangan para pengrajin ini beragam. Mulai dari Rp10 ribu hingga Rp12 ribu sesuai dengan ukurannya.











