SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Karang Taruna Desa Kadugenep, Kecamatan Petir mendapatkan pembekalan untuk peningkatan keterampilan berbahasa Inggris dan digital branding untuk meningkatkan potensi wisata desa wisata.
Program-program berbasis masyarakat yang berorientasi pada penguatan kapasitas pemuda desa tersebut dijalankan melalui program pengabdian kepada masyarakat oleh Universitas Esa Unggul yang dilaksanakan pada tahun pendanaan 2025 dengan dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Diketahui, tim tersebut terdiri dari unsur dosen dan mahasiswa. Untuk dosen diketuai oleh Ria Saraswati. Sementara untuk anggotanya yakni Meiyanti Nurchaerani dan Malabay. Lalu untuk anggota mahasiswa yakni Daffaa Albiyan Anwar, Muhammad Reyhan Alfan, Devina Riyana Putri dan Nathania Kamela Aswin.
Ketua tim pengabdian masyarakat dari Universitas Esa Unggul, Ria Saraswati mengatakan, program ini menitikberatkan pada penguatan keterampilan Bahasa Inggris dan digital branding bagi Karang Taruna sebagai garda depan penggerak ekowisata.
“Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan nyata desa-desa wisata yang tengah tumbuh pesat namun menghadapi kendala dalam komunikasi lintas bahasa serta strategi pemasaran digital. Wisatawan, baik domestik maupun internasional, kini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga menilai kualitas layanan, kejelasan informasi, dan profesionalitas pengelolaan,” katanya saat dihubungi Radar Banten Senin 22 September 2025.
Untuk itu, lanjut Riri, pemuda yang ada di desa khususnya Karang Taruna harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris sehingga menjadi bekal esensial bagi para pemuda desa untuk memberikan layanan yang ramah, informatif, dan sesuai standar global.
Di sisi lain, digital branding berperan vital dalam mempromosikan potensi desa wisata ke pasar yang lebih luas. Melalui pelatihan pembuatan konten kreatif, pengelolaan media sosial, hingga strategi search engine optimization (SEO), Karang Taruna dibekali keterampilan praktis untuk membangun citra digital yang kuat dan berkelanjutan.
“Pendekatan ini sejalan dengan tren pariwisata hijau yang menekankan keberlanjutan (sustainability-red), kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.
Ia memastikan jika program tersebut tidak hanya bersifat pelatihan jangka pendek, tetapi juga mencakup pendampingan intensif dalam membangun ekosistem ekowisata berbasis komunitas. Dengan demikian, pemuda desa tidak sekadar menjadi pelaksana, melainkan aktor utama yang mampu merancang, memasarkan, dan mengelola destinasi secara mandiri.
“Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah terbentuknya model ekowisata desa yang profesional, ramah wisatawan, sekaligus berdaya saing tinggi di era digital,” ujarnya
Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan desa wisata berkelanjutan.
Lebih lanjut, penguatan keterampilan Bahasa Inggris dan digital branding diyakini akan membuka peluang baru, mulai dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, diversifikasi produk wisata, hingga penguatan ekonomi lokal yang berbasis pada kreativitas dan kemandirian masyarakat desa.
Sementara itu, Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhammad Aopidi mengaku bersyukur karena desanya dipilih menjadi salah satu lokasi untuk diberikan pelatihan. “Semoga melalui pelatihan tersebut, potensi Desa Kadugenep bisa semakin terangkat,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











