PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala Desa Kadujangkung Nahrawi mengusulkan kepada Pemkab Pandeglang membangun gedung Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).
Supaya anak-anak mereka bisa memiliki tempat mengaji dan menimba ilmu agama Islam.
Permintaan itu disampaikan Kades Kadujangkung Nahrawi usai acara sosialisasi peningkatan kapasitas lembaga kemasyarakatan desa di halaman Kantor Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang.
Nahrawi mengaku prihatin dengan tidak adanya gedung MDTA di Desa Kadujangkung.
“Untuk itu, saya mengusulkan kepada pemerintah daerah agar membangunkan gedung MDTA di setiap desa di Kecamatan Mekarjaya. Karena siswa lulusan SD yang mau melanjutkan ke SMP harus punya ijazah MDTA tapi tidak ditunjang dengan keberadaan sarana gedungnya,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Kantor Kecamatan Mekarjaya, Rabu 13 September 2023.
Nahrawi menjelaskan, karena MDTA di setiap desanya itu belum ada, anak-anak setelah pulang dari sekolah tingkat SD tidak belajar melainkan memainkan handphone atau gadget.
“Kepada Pemkab Pandeglang, mohon agar didirikan MDTA tidak hanya di Desanya. Tapi di semua desa di Mekarjaya dan semua desa di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Di Desa Kadujangkung sendiri untuk bangunan berupa gedung MDTA buat anak-anak bisa mengaji dan belajar agama belum ada secara mandiri. Bangunannya masih menumpang di bangunan SD.
“Sekarang ini kegiatan MDTA sudah berjalan hampir dua tahun. Siswanya sudah banyak karena memang terus bertambah, namun yang masih menjadi kendala tidak ada gedungnya,” katanya.
Oleh karena itu, Ia meminta kepada Pemkab Pandeglang agar membantu mendirikan gedung MDTA.











