PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Pandeglang mencatat jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang mengalami peningkatan di tahun 2023.
Berdasarkan data laporan diterima UPTD PPA Kabupaten Pandeglang jumlah kasus kekerasan PA sebanyak 90 kasus di tahun 2023. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan data laporan pada tahun 2022 sebanyak 64 kasus.
Terjadinya peningkatan ini tentunya sangat memprihatinkan karena korbannya mengalami kerugian secara fisik dan psikis. Kepala UPTD PPA Kabupaten Pandeglang Mila Octaviani mengaku turut prihatin atas meningkatnya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Berdasarkan data jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 90 kasus. Dengan total korban sebanyak 97 korban perempuan dan anak,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, 15 Januari 2024.
Mila menjelaskan, dari jumlah 90 kasus, yang menjadi korban sebagian besar merupakan anak-anak. Jumlah korban anak sebanyak 69 anak.
“Korban perempuan sebanyak 28 orang. Tentunya ini membuat kita miris karena banyak anak-anak di Pandeglang menjadi korban kekerasan,” katanya.
Adapun jumlah kasus berdasarkan bentuk kerasan diterima oleh korban terdiri dari kekerasan fisik sebanyak 28 korban. Secara psikis sebanyak empat korban.
“Korban seksual sebanyak 60 korban. Korban eksploitasi dua korban, traficking satu korban, penelantaran satu korban dan lainnya satu korban,” katanya.
Lebih lanjut Mila mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak paling banyak atau dengan kasus tertinggi tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Majasari sebanyak 12 korban, Karangtanjung 11 korban dan Kecamatan Pandeglang sebanyak 7 korban.
“Kita dari UPTD PPA setelah menerima laporan langsung memberikan pendampingan terhadap para korban. Serta melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyuluhan ke sekolah, dan masyarakat desa,” katanya.
Lebih lanjut Mila menerangkan, memasuki tahun 2024, UPTD PPA menerima laporan kekerasan seksual. Korbannya masih di bawah umur.
“Korban berinisial NN menjadi korban rudakpaksa. Korban dengan pelaku kenalan di media sosial,” katanya.
Pada hari Jumat, 12 Januari 2024, pihaknya memberikan pendampingan terhadap korban untuk melakukan visum di RSUD Berkah Pandeglang. “Kita berikan pendampingan terhadap korban,” katanya.
Sedangkan jumlah untuk tahun 2022 berjumlah 64 orang korban. Sedangkan tahun 2023 sebanyak 90 kasus.
“Kami tentu turut prihatin atas tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pihaknya selalu mendampingi korban ketika menerima laporan,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











