SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan guru honorer di Banten meminta sisa formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap satu.
Permintaan itu menyusul adanya ratusan guru honorer di Banten yang belum mendapatkan formasi PPPK. Padahal, mereka sudah mengikuti seleksi P3K pada akhir tahun 2024.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membuka 11.737 formasi PPPK tahap satu. Namun, dalam pelaksanaannya, hanya terdapat 9.750 peserta yang melamar dan mengikuti seleksi. Artinya, dalam seleksi tahap satu ini masih terdapat ribuan formasi yang belum terisi.
Sementara disisi lain, terdapat juga 1.410 calon PPPK yang belum mendapatkan formasi. Mereka terdiri dari 475 tenaga teknis dan kesehatan dan 935 tenaga guru.
Mereka pun menuntut 1.987 formasi yang belum terisi itu diberikan kepada calon PPPK yang belum mendapatkan formasi di tahap satu kemarin,.
Koordinator Honorer R3 Pemprov Banten Dadang Hidayat menuntut Pemprov Banten untuk memberikan kepastian kepada ribuan honorer yang kini belum mendapatkan formasi itu.
Ia menyebut, Pemprov Banten masih memiliki formasi kosong untuk diberikan kepada pihaknya.
“Kami menuntut sisa formasi yang ada di tahap 1 yang awalnya untuk kami itu diberikan kepada kami seutuhnya. Artinya, kami yang di tahap satu ini dapat diprioritaskan. Bagaimana caranya yang 932 guru dan 475 teknis ini bisa diselesaikan menjadi penuh waktu,” kata Dadang.
Dadang dengan tegas menolak jika 1.410 honorer yang kini belum mendapatkan formasi itu nantinya ditempatkan sebagai P3K paruh waktu. Ia ingin, semua pelamar P3K tahap pertama menjadi penuh waktu.
“Adapun sisanya itu terserah kebijakan setempat, terkait dengan disamakan atau tidak itu tidak masalah, yang jelas kami harus menjadi prioritas. Kami sangat menolak keras paruh waktu dan kami menuntut R3 ini menjadi penuh waktu,” katanya.
Dikatakannya, tuntutan ini disampaikannya karena mengingat banyak guru yang sudah mengabdi hingga puluhan tahun, namun saat ini belum mendapatkan formasi P3K.
Editor : Aas Arbi











