PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang pada 2025 sebesar Rp1,070 miliar, turun Rp100 juta dibanding tahun 2024 sebesar Rp1,177 miliar.
Penurunan target PAD karena realisasi PAD Disparbud Pandeglang tahun lalu jeblok. Dari target Rp1,177 miliar, hanya mampu mengumpulkan Rp646,026 juta atau sekitar 54,89 persen.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika mengakui adanya penurunan target PAD pada 2025. Menurutnya, selain minimnya pengelolaan pariwisata, target sebelumnya juga tidak terealisasi dengan baik.
“PAD kita tahun ini turun sekitar Rp100 juta. Kita hanya mengandalkan dua objek wisata yaitu Cisolong dan Cikoromoy. Cisolong setiap tahun tercapai, tapi Cikoromoy tidak, karena saya pikir targetnya terlalu tinggi. Objek wisatanya kurang menarik, hanya kolam saja. Kita belum pernah merehab secara besar kolam tersebut,” ungkapnya, Senin 17 Maret 2025.
Dari dua objek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Cisolong menjadi penyumbang PAD terbesar pada 2025. Objek wisata ini dikerjasamakan dengan pihak ketiga dengan nilai kontrak Rp655 juta per tahun.
“Cisolong kita kerjasamakan dengan pihak ketiga sebesar Rp655 juta per tahun. Pembayarannya dilakukan dua tahap, pertama Rp327 juta sudah dibayarkan Januari lalu, dan sisanya akan dibayarkan awal Juli dengan jumlah yang sama,” katanya.
Saat ini, Disparbud baru menerima realisasi Rp327 juta atau sekitar 32 persen dari target yang ditetapkan. Rahmat menegaskan, jika pihak ketiga tidak memenuhi kewajiban pembayaran tahap kedua, kerja sama bisa diputus.
“Kalau mereka tidak membayar sesuai kontrak, pasti ada konsekuensinya. Tahun lalu targetnya tercapai karena kontraknya diperbarui setiap dua tahun,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menginventarisasi aset lain yang dikelola, seperti rest area Cigeulis. Namun, akses jalan masuk ke lokasi tersebut masih belum tersedia.
“Kita masih terkendala akses jalan masuk ke rest area Cigeulis. Makanya, kita meminta Dinas Perkim untuk melakukan pembebasan lahan di depannya agar bisa dibuat akses jalan,” pungkasnya.
Rendahnya PAD dari sektor wisata di Pandeglang, salah satunya disebabkan minimnya minat pengunjung ke objek wisata Cikoromoy.
Rahmat Zultika mengakui hal ini terjadi karena lokasi yang kurang alami dan sudah kurang diminati masyarakat.
“Masyarakat inginnya wisata yang lebih alami. Tahun ini kita sedang menyusun masterplan untuk Cikoromoy, lalu dilanjutkan dengan pembuatan detail engineering design (DED). Mudah-mudahan Pemda punya anggaran untuk membangun,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, pihaknya telah mengajukan beberapa potensi lain kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Namun, karena keterbatasan fiskal, rencana tersebut belum bisa direalisasikan sepenuhnya.
Sementara, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil untuk merealisasikan target PAD yang telah ditetapkan.
“Kita sudah sampaikan bahwa target PAD yang diberikan harus bisa terpenuhi. Jadi, bukan hanya satu dinas saja, tetapi semua OPD penghasil harus bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi pendapatan mereka,” ujarnya.
Ali Fahmi menekankan bahwa tahun ini semua OPD diharapkan membuat terobosan agar PAD bisa mencapai target yang telah ditentukan.
“Kita sudah sampaikan bahwa target PAD yang diberikan ini sudah harus bisa terpenuhi. Jadi bukan hanya satu dinas, tetapi semua OPD penghasil harus bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi pendapatan mereka,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











