PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang menyebutkan adanya penurunan jumlah pemohon kartu pencari kerja atau kartu kuning (AK-1) setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Kepala Disnakertrans Pandeglang, Mohamad Kabir mengatakan tak terjadi lonjakan pemohon seperti tahun sebelumnya. Menurutnya, jumlah pencari kerja yang mengurus AK-1 usai Lebaran tahun ini relatif stabil.
“Tahun ini pasca Lebaran Idul Fitri tidak ada (lonjakan). Per hari biasanya melayani 30 orang, jadi tidak ada peningkatan setelah Lebaran. Beda dengan tahun 2024 kemarin,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 11 April 2025.
Kabir menyebut, jumlah pemohon kartu kuning selama April 2025 tercatat sekitar 219 orang. Angka itu turun jika dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 374 orang.
Kabir menyebut adanya lonjakan permohonan pembuatan kartu kuning saat pelaksanaan job fair, dengan jumlah mencapai 150 orang per hari.
“Lonjakan terjadi saat ada lowongan kerja. Mereka yang belum punya kartu kuning langsung mengajukan permohonan untuk mencetaknya,” ujarnya.
Kabir menyebut mayoritas pemohon kartu kuning berasal dari lulusan SMA/SMK, meski ada juga dari kalangan sarjana.
Ia menjelaskan, tren permohonan biasanya meningkat saat ada informasi pembukaan lowongan kerja. Namun, pasca Lebaran tahun ini, tren tersebut menurun.
“Karena belum ada pembukaan lapangan kerja baru di Pandeglang. Mungkin mereka cari loker yang bervariasi, bukan cuma di Pandeglang tapi juga luar daerah,” tuturnya.
Editor: Bayu Mulyana











