CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Honor guru taman kanak-kanak (TK) di Kota Cilegon masih jauh dari kata layak. Saat ini, para guru hanya menerima honor sebesar Rp700 ribu per bulan yang setelah dipotong pajak menjadi Rp675 ribu.
Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Cilegon berharap Pemkot bisa menaikkan honor menjadi Rp1 juta.
Harapan itu disampaikan Ketua IGTKI Kota Cilegon, Sholatul Hayati, usai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IGTKI dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Gedung Serba Guna Al-Khairiyah, Senin 26 Mei 2025. Kegiatan tersebut dihadiri 711 guru TK dari total 754 guru se-Kota Cilegon.
“Honor kita sekarang Rp700 ribu, setelah dipotong pajak jadi Rp675 ribu. Harapannya bisa dinaikkan menjadi sejuta,” kata Sholatul.
Menurut Sholatul, Wali Kota Cilegon Robinsar yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut baik aspirasi tersebut. Ia mengatakan, Wali Kota berjanji akan menindaklanjuti aspirasi itu setelah kondisi anggaran daerah kembali stabil.
“Tadi Pak Wali menyampaikan, kalau anggaran sudah normal, insya Allah akan diupayakan. Kita diminta bersabar dulu. Tapi kita percaya beliau mendukung,” ujar Sholatul.
Ia menambahkan, dedikasi guru TK di Cilegon tidak perlu diragukan. Meski honor masih kecil, semangat para guru tetap besar dalam mendidik anak-anak usia dini yang memiliki karakteristik unik.
“Guru TK itu harus sabar, jujur, dan tawakal. Tidak bisa setengah hati menghadapi anak-anak yang kondisinya beragam. Karena itu kami berharap penghargaan terhadap profesi ini juga ditingkatkan,” tegasnya.
Dari total 754 guru TK di Kota Cilegon, sebanyak 625 di antaranya berstatus honorer. Hanya sebagian kecil yang merupakan aparatur sipil negara (ASN). Mereka tersebar di 131 lembaga pendidikan TK.
“Kita ini bagian dari sistem pendidikan nasional. Maka kami berharap ada perhatian lebih, apalagi guru PAUD dan TK adalah fondasi awal dalam pendidikan anak bangsa,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











