CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Suasana lapak pedagang daging sapi di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, pada Senin, 26 Januari 2025, tampak lengang. Sejumlah meja dagangan yang biasanya dipenuhi daging sapi terlihat kosong dan tidak beroperasi.
Berdasarkan pantauan Radar Banten di lokasi, aktivitas perdagangan di pasar masih berjalan seperti biasa. Namun, transaksi didominasi oleh pedagang ikan dan daging ayam. Sementara itu, hampir seluruh pedagang daging sapi memilih untuk tidak berjualan.
Kondisi ini dipicu oleh aksi mogok kerja pedagang daging sapi sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga daging sapi di pasaran. Kenaikan harga tersebut dinilai memberatkan pedagang karena berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat.
Selain itu, aksi mogok ini juga merujuk pada surat imbauan Gabungan Pengusaha dan Pedagang Daging (GAPPENDA) Banten. Dalam surat bernomor 007/HM/GAPPENDA/I/2026, GAPPENDA mengimbau seluruh pengusaha dan pedagang daging sapi serta kerbau di Provinsi Banten untuk menghentikan sementara aktivitas perdagangan.
Imbauan tersebut mencakup larangan pemotongan sapi hidup di Rumah Potong Hewan (RPH) serta penghentian penjualan daging beku dari distributor di pasar-pasar tradisional.
Kepala UPT Pasar Kranggot Kota Cilegon, Rogayah, mengakui bahwa kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas pasar. Menurutnya, sebagian besar konsumen datang ke pasar dengan tujuan tertentu, salah satunya untuk membeli daging sapi.
“Pasti berdampak, karena konsumen datang ke pasar tujuannya beli daging, ternyata tidak ada,” ujar Rogayah.
Ia berharap aksi mogok pedagang daging sapi ini tidak berlangsung lama agar aktivitas jual beli di Pasar Kranggot dapat kembali normal.
“Saya berharap keadaan ini tidak berlarut-larut, supaya semuanya bisa kembali melakukan penjualan seperti biasanya,” katanya.
Editor: Mastur Huda











