SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan sebuah kapal tongkang tengah membuang material di tengah laut viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat sebuah kapal tongkang Terang 306 Tanjung Priok yang mengapung di tengah laut. Kapal tersebut membuang muatan yang dibawa menggunakan dua alat berat.
Dalam narasi yang beredar, dijelaskan bahwa aktivitas tersebut terjadi di perairan Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang.
Aktivitas tersebut pun dikeluhkan oleh sejumlah nelayan di Kabupaten Serang karena berkaitan dengan tempat mereka mencari nafkah. Bahkan, aktivitas tersebut dikhawatirkan mengganggu ekosistem di perairan Bojonegara.
Salah seorang nelayan Bojonegara, Syarifudin, mengatakan video yang memperlihatkan aktivitas pembuangan material oleh kapal tongkang tersebut viral dan meresahkan para nelayan di Bojonegara.
“Memang kita belum tahu persis perusahaan mana yang melakukan hal itu dan tujuannya apa. Taunya memang dari video yang menyebar di media sosial,” katanya, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia mengaku resah dengan tindakan tersebut lantaran dinilai dapat merusak ekosistem laut dan dikhawatirkan berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan.
Ia pun berharap pihak terkait segera menindaklanjuti persoalan tersebut dan mengambil tindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran. Pasalnya, aktivitas tersebut sangat merugikan nelayan di Bojonegara.
“Otomatis (merugikan nelayan), namun memang nelayan enggak mau gegabah. Makanya kita minta agar ada tindakan dari pihak terkait,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Pulo Panjang, Fery, mengatakan tidak mengetahui secara pasti lokasi pembuangan material tersebut. Namun, ia sempat melihat video tersebut dan dalam narasinya disebutkan berada di perairan Bojonegara.
“Saya melihat videonya, infonya di sekitar perairan Bojonegara itu,” ungkapnya.
Fery mengaku, sejauh ini belum ada nelayan di Pulo Panjang yang melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah desa. Namun demikian, pihaknya merasa khawatir karena aktivitas tersebut dikhawatirkan berdampak pada pendapatan nelayan.
Fery mengatakan, selama ini memang terdapat aktivitas reklamasi di sekitar perairan Bojonegara yang sudah berlangsung cukup lama.
“Bahkan banyak kapal yang membawa material melintas di depan Pulo Panjang,” ujarnya.
Fery mengaku, selama ini nelayan di Pulo Panjang terdampak akibat adanya aktivitas tersebut. Pasalnya, jaring dan bagan tancap milik nelayan sering kali cepat kotor serta tertutup lumpur.
“Membuat alat tangkapnya kotor. Sejenis lumpur sih, sehingga membuat tangkapannya menurun,” tegasnya.
Bahkan, saat ini nelayan di Pulo Panjang harus menempuh jarak yang lebih jauh hingga ke Kepulauan Seribu untuk menangkap ikan karena di sekitar Pulo Panjang sudah semakin sulit mencari ikan.
“Makin sulit, terus banyak juga alat tangkap yang kotor, bahkan rusak karena tertabrak kapal yang melintas,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengaku telah mendapatkan informasi mengenai video yang memperlihatkan kapal membuang material di perairan Bojonegara.
Pihaknya bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Serang berencana segera mengecek ke lokasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
“Kita mau lihat ke sana dengan Dishub, nanti nunggu kapalnya. Nanti dalam waktu singkat,” ujarnya.
Pihaknya ingin memastikan perusahaan dan pihak yang melakukan aktivitas tersebut. Menurutnya, aktivitas itu berpotensi mengganggu hasil tangkapan nelayan karena dapat merusak ekosistem laut.*
Editor : Krisna Widi Aria











