SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam sepekan terakhir mulai berdampak terhadap sektor pariwisata Banten. Salah satu dampak yang paling terasa terjadi pada tingkat pemesanan hotel di kawasan wisata pesisir.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten Eli Susiyanti mengatakan, sekitar 70 persen pesanan hotel dilaporkan mengalami pembatalan setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Eli, pembatalan tersebut lebih banyak terjadi pada pemesanan baru. Sementara wisatawan yang sudah lebih dahulu datang dan menginap di kawasan wisata pesisir Banten sebagian besar masih melanjutkan aktivitas hingga jadwal kepulangan.
“70 persen pengunjung menarik, atau membatalkan pesanannya,” kata Eli saat ditemui Radar Banten, Selasa, 15 September 2026.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha pariwisata, khususnya hotel dan akomodasi di kawasan wisata pesisir Banten, harus menghadapi penurunan trafik wisatawan.
Eli mengungkapkan, sejumlah pelaku usaha juga melaporkan mengalami kerugian akibat banyaknya pembatalan pesanan wisatawan. Bahkan, pihaknya menerima informasi mengenai potensi kerugian yang nilainya mencapai belasan miliar rupiah.
“Secara resminya saya belum dapat, belum dihitung, belum juga saya dapat laporan. Tapi kemarin ada mendengar informasi dampaknya,” ujarnya.
Salah satu informasi yang diterima Eli menyebut kerugian akibat pembatalan pemesanan mencapai sekitar Rp15 miliar pada salah satu hotel ternama di kawasan Anyer. Namun, angka tersebut masih sebatas informasi awal dan belum menjadi perhitungan resmi pemerintah.
“Katanya secara resmi saya belum dapat, tapi kemarin dapat informasinya seperti itu,” kata Eli.
Di tengah kondisi tersebut, Dispar Banten terus berkoordinasi dengan pihak kebencanaan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap sektor pariwisata.
Selain itu, pemerintah tengah merancang strategi untuk memulihkan aktivitas pariwisata Banten agar pelaku usaha dan destinasi wisata tetap dapat berjalan di tengah situasi tersebut.
Editor: Mastur Huda















