slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Umum

Love Story: Haus Pujian, Rumah Tangga Berantakan

Redaksi by Redaksi
07-11-2016 10:25:16
in Umum
Love Story

Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

MASALAH ekonomi selalu menjadi pemicu keretakan dalam rumah tangga. Namun, kesulitan ekonomi yang dihadapi Cici (36), nama samaran, bukan karena sang suami, sebut saja Coki (37), pengangguran atau malas-malasan. Melainkan karena terlalu royal terhadap orang lain ketimbang anak istri. Lantaran hal itu, Coki yang mempunyai sifat solidaritas tinggi kerap menelantarkan Cici dan anak-anaknya.

Semua penghasilan Coki kerap dihabiskan untuk membantu sahabatnya yang kesulitan ekonomi. Kadang, untuk berfoya-foya tak karuan. Kondisi itu pula, memaksa Coki sering berperilaku menyimpang di rumah.

Baca Juga :

Love Story: Bosan, Ibu dan Istri Tak Akur

Love Story: Suami Tua dan Keras Kepala, Ampun!

Love Story: Awalnya Iba, Lama-lama Cinta

Love Story: Cemburu Kok ke Anak Sendiri Sih!

Saat tidak ada uang di kantongnya karena gaji bulanannya sudah habis, Coki tak sungkan menguras isi tabungan Cici. Bahkan, Coki berani menguras barang-barang di rumah. Celengan anak pun tak luput menjadi sasaran. Astaga. Lantaran kesal dengan perilaku buruk suami yang semakin menjadi-jadi, Cici melaporkan sang suami ke Pengadilan Agama.

“Kesal Mas, uang tabungan suka ludes enggak jelas. Barang-barang juga, ada saja yang hilang digadaikan. Mending kalau uangnya buat makan, ini malah buat jaga wibawa di depan temannya. Terus kita dapat apa? Pujian doang,” keluh Cici.

Awal pernikahan, hidup Cici dan Coki bahagia. Meski gaji Coki sebagai buruh pabrik tak terlalu besar namun cukup buat makan sehari-hari. Beruntung, Coki memiliki Cici yang pandai menyimpan uang sisa belanjaan untuk tabungan masa depan. Terbukti, dari tabungan Cici lah, anak-anak bisa sekolah sampai sekarang. Bahkan, ada yang sudah mampu menyelesaikan pendidikan jenjang SMA-nya dan kini sudah bekerja sebagai pelayan restoran.

Sayangnya, kepedulian Cici tak diikuti dengan perangai Coki. Sikap Coki berubah total usai reuni dengan teman-teman SMA-nya. Awalnya hanya mengajak bernostalgia bermain band mengenang masa-masa mereka sebagai anak band era 90-an.

Seiring waktu, justru Coki hanya menampung keluhan ekonomi mereka. Merasa lebih mampu dalam hal ekonomi dibandingkan rekan-rekannya yang berstatus pengangguran, Coki jumawa dan merasa sok pahlawan. Setiap bertemu untuk sekadar latihan band di studio musik atau menongkrong di pinggir jalan ditemani makanan ringan, Coki lah yang rutin menguras kantong.

“Namanya gaul sama pengangguran, otomatis yang kerja yang bayarin. Kalau begitu, lama-lama tekor juga,” ujarnya.

Sementara, Coki yang haus pujian malah terkesima dan begitu menikmati bergaul dengan temannya karena merasa menjadi raja, selalu diagung-agungkan oleh teman-temannya itu. Yang ini beda rajanya, bukannya dilayani, malah banyak pengeluaran. Coki pun berulah dan mulai memanjakan kebiasaan barunya menghambur-hamburkan uang gajian demi kesenangan teman-temannya.

Situasi itu membuat Cici dan keempat anaknya terlantar. Sejak itu, Coki tak pernah menyerahkan uang gaji, tak pernah lagi membayar iuran sekolah anak bahkan tidak lagi memberikan uang belanja untuk makan sehari-hari. Alasannya, uang dipakai bisnis dengan teman-temannya.

Awalnya Cici percaya dan bersemangat melihat Coki yang ingin merintis usaha. Mulai dari bisnis jual beli motor, elektronik, sampai batu akik. Sebagai istri yang baik, tentu Cici mendukung. Bahkan dukungan Cici bukan sekadar moril melainkan juga materil.

Sekali, dua kali, Cici masih mau menguras tabungan sampai jutaan. Setahun berjalan, sadar tak pernah ada untungnya, Cici yang curiga pun geram dan sempat menanyakan soal kemajuan usaha yang dirintis Coki. Apalagi, sejak kenal dengan teman-teman SMA-nya itu, Coki jadi jarang pulang. Tentu saja, kondisi itu membuat Coki jadi jarang tidur seranjang dengan Cici atau bahkan sekadar bermesraan. Yang ada, di antara mereka sering terjadi percekcokan.

“Ditanya begitu (soal usaha-red) malah balik sewot. Jawabnya ‘Sudah jangan banyak tanya, duit kamu kan duit dari saya juga’, kesal lah,” ujar Cici menirukan ucapan Coki.

Sejak itu, dukungan Cici terhadap suami mulai luntur dan tak lagi menggelontorkan modal untuk suami. Coki tak kehilangan akal, diam-diam Coki menguras tabungan Cici yang tersimpan di lemari. Parahnya, celengan anak-anak pun tak luput jadi sasaran. Bangkai celengan dengan kondisi bekas bobokan, selalu dibiarkan berserakan di lantai.

“Yang nyuri sudah pasti suami. Mana ada pencuri ngebobok celengan yang uangnya recehan?” ucap Cici. Ada saja Mbak, recehan juga duit, jangankan orang, tuyul saja doyan.

Kehidupan keluarga Cici menjadi tak nyaman. Menyimpan barang di mana pun, selama masih di rumah pasti tidak aman. Bukan karena banyak tuyul berkeliaran atau adanya babi ngepet, melainkan kelakuan suami yang sudah seperti pencuri andal. Puncaknya, Cici didatangi penagih utang. Ternyata, Coki juga ketagihan meminjam uang ke rentenir. Bahkan, utangnya sudah mencapai puluhan juta, belum termasuk bunganya.

“Bukan masalah besar kecilnya, tapi uang yang ia pinjam atau barang yang digadaikan itu untuk bantu teman-temannya. Jelas saya kecewa. Ngakunya kan buat bisnis,” jelas Cici.

Sejak itu, Cici tak lagi meladeni Coki ketika meminjam uang sehingga keduanya menjadi sering bertengkar hebat lantaran sikap Coki yang lebih membela temannya ketimbang Cici.

“Dari situ saya marah besar dan ngajak pisah,” terangnya. “Selingkuh sih enggak, tapi saya enggak mau anak-anak jadi korban suami yang lebih mementingkan diri sendiri,” tambahnya.

Terlebih, Cici membaca isi pesan dalam ponsel Coki dari temannya yang isinya terkesan memaksa Coki harus rutin mengeluarkan isi kantongnya. Dari membuat jadwal rutin latihan band, minum-minuman, sampai begadang. Cici pernah memperingatkan Coki bahwa teman-temannya membawa pengaruh buruk, tapi hanya dianggap angin lalu oleh Coki.

“Main band saja, hampir tiap hari dia yang membayar, jadi artis kagak! Saya sempat ancam dia untuk meninggalkan teman-temannya jika ingin mempertahankan rumah tangga, eh dia malah balik menantang. Ya sudah, saya ceraikan saja,” tegasnya. Sekarang, Cici bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ekonominya dibantu anak pertamanya yang sudah bekerja sebagai pelayan di restoran. Enggak kepikiran mencari suami baru Mbak?

“Saya sih bagaimana anak Mas. Yang naksir sih sudah ada,” ungkapnya. Cie cie cie, saya doakan semoga diizinkan oleh anak Mbak. Mudah-mudahan, suami baru nanti lebih baik dari Mas Coki. Amin. (Nizar S/Radar Banten)

Tags: Love Story November
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Diskusi bersama Ridwan Kamil, Rano Karno : Kita Bangun Islamic Center di Banten

Next Post

Belum Ditemukan, Pencarian Dua Remaja Terseret Ombak Masih Berlanjut

Related Posts

Umum

Love Story: Bosan, Ibu dan Istri Tak Akur

by Redaksi
Rabu, 30 November 2016 10:06

JOY (30), nama samaran, asli Pandeglang, sudah dibikin pusing tujuh keliling oleh sikap istrinya, sebut saja Jenny (29), warga Tangerang....

Read moreDetails

Love Story: Suami Tua dan Keras Kepala, Ampun!

Love Story: Awalnya Iba, Lama-lama Cinta

Love Story: Cemburu Kok ke Anak Sendiri Sih!

Love Story: Suami Bau Badan, Mana Tahan

Love Story: Istri Melantur, Karier Suami Hancur

Love Story: Tahu Diri, Suami Mau Apa Juga Pasrah

Love Story: Cemburu kok Sama Tukang Ojek?

Love Story: Karena Gendut, Cari Suami Asal Cabut

Love Story: Indahnya Selingkuhan Tak Seindah Suami

Next Post
Dua Remaja Asal Kota Serang Hilang Terseret Ombak Pantai Anyer

Belum Ditemukan, Pencarian Dua Remaja Terseret Ombak Masih Berlanjut

48 Persen Pemilih di Banten Berkarakter Pragmatis

KPU Banten Siapkan Akses bagi Pemilih Difabel

Banlih Pilgub

Pilgub Banten Diikuti 4.761 Pemilih Difabel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pushbike

30 Anak Pushbike Berlatih di Graha Pena Radar Banten

Sabtu, 27 Juni 2026 20:58

Mengenal Hanna Aulia Zein Adzmika, Politisi Muda PPP yang Ajak Gen Z Melek Politik

Sabtu, 27 Juni 2026 18:11

Rakor Pemutakhiran Data Parpol, KPU Pandeglang Sampaikan Kebijakan Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 18:10

Empat Peserta Tewas, Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Tuai Sorotan

Sabtu, 27 Juni 2026 18:09

Asep Nuh Bidik Enam Kursi DPRD usai Terpilih Pimpin PPP Lebak

Sabtu, 27 Juni 2026 17:33

Haaland Ada di Mana-mana! Reaksi Kaget IShowSpeed di Tribun Norwegia Bikin Terhibur

Sabtu, 27 Juni 2026 17:29
Pushbike

30 Anak Pushbike Berlatih di Graha Pena Radar Banten

Sabtu, 27 Juni 2026 20:58

Mengenal Hanna Aulia Zein Adzmika, Politisi Muda PPP yang Ajak Gen Z Melek Politik

Sabtu, 27 Juni 2026 18:11

Rakor Pemutakhiran Data Parpol, KPU Pandeglang Sampaikan Kebijakan Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 18:10

Empat Peserta Tewas, Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Tuai Sorotan

Sabtu, 27 Juni 2026 18:09

Asep Nuh Bidik Enam Kursi DPRD usai Terpilih Pimpin PPP Lebak

Sabtu, 27 Juni 2026 17:33

Haaland Ada di Mana-mana! Reaksi Kaget IShowSpeed di Tribun Norwegia Bikin Terhibur

Sabtu, 27 Juni 2026 17:29

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pushbike

30 Anak Pushbike Berlatih di Graha Pena Radar Banten

by Haidaroh
Sabtu, 27 Juni 2026 20:58

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Areal Halaman Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, jadi sirkuit latihan 30 anak AB Pushbike, Sabtu 27...

Mengenal Hanna Aulia Zein Adzmika, Politisi Muda PPP yang Ajak Gen Z Melek Politik

by Nurandi
Sabtu, 27 Juni 2026 18:11

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lebak, Hanna Aulia Zein Adzmika, mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z,...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak